Dilema Soedarman, Wabup Malang Terpilih Yang Tak Kunjung Dilantik

PolitikaMalang – Tahun berganti, namun ada satu yang belum berubah di Kabupaten Malang. Ya, kosongnya posisi wakil bupati. Padahal, seperti diketahui, Mohamad Soedarman telah terpilih menjadi Wakil Bupati Malang sejak 9 Oktober 2019 lalu menggantikan Muhammad Sanusi yang menduduki kursi Bupati Malang. Namun, hingga saat ini, nasib Soedarman seakan tergantung. Ia tak kunjung dapat kejelasan terkait kelanjutan posisinya sebagai wakil bupati Malang terpilih.

Seperti dikutip dari Baca Malang, alasan tak kunjung dilantiknya Soedarman lantaran masih menunggu surat keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri alias Kemendagri. Sebagai informasi, sebenarnya beberapa hari setelah terpilihnya Soedarman, Pemerintah Kabupaten Malang telah berkirim surat pemberitahuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur atau Pemprov Jatim. Pemprov Jatim, dalam hal ini Gubernur, Khofifah Indar Parawansa, juga telah meneruskan atau mengirimkan surat pemberitahuan kepada Kemendagri, agar Soedarman segera dilantik.

Namun ternyata, waktu itu belum dimungkinkan untuk melaksanakan pelantikan Soedarman karena berbarengan dengan perubahan susunan kabinet. Pergantian Mendagri dari Tjahjo Kumolo ke tangan Tito Karnavian disebut-sebut jadi salah satu sebabnya.

Namun, pasca pergantian pucuk kepemimpinan di Kemendagri itu, hingga hampir empat bulan ini, nyatanya Soedarman juga belum mendapatkan kepastian. Hal itupun kemudian menimbulkan tanya. Soedarman berharap, proses pelantikan dirinya bisa segera dilaksanakan.

“Jakarta (Kemendagri, red) dengan begitu banyaknya permasalahan di negeri ini, kan nggak fokus ke Malang saja. Kalau selama Malang ini nggak ada yang mengawal, ini bisa terabaikan. Saya memahami, tapi tetap kita komunikasi. Namun sejauh mana (pemerintah) Kabupaten dan DPRD ini mengawal nah itu saya detailnya kan gak tahu. Cuma pak Bupati, masih proses, masih proses, tapi sampai dimananya itu loh,” ujar Soedarman.

Padahal sejak terpilih hingga sekarang, Soedarman memang mengaku intensif komunikasi dengan Bupati Sanusi terkait nasibnya.

“Tahun baru saya masih komunikasi, saya bilang ‘bapak Bupati, kalau ada giat apa dikabari mungkin saya bisa dilibatkan‘, tapi sejauh ini belum ada info-info lebih lanjut. Mungkin, beliaunya dengan kesibukannya yang tinggi, saya paham,” lanjutnya.

“Saya orangnya positif thinking. Jadi kalaupun mereka mempermainkan, saya yakin takdir Allah itu tidak akan semudah itu dibelokkan oleh manusia. Kalau saya yang penting begini, saya berusaha, saya positif thinking, artinya kita sunatullah ya, bahwa manusia tidak boleh diam terus komunikasi dengan Bupati, dengan pak Didik (Sekretaris Daerah, Didik Budi Muljono, red), saya juga cari info ke Kemendagri, saya komunikasi dengan Bakorwil,” tambahnya.

Baca Juga :   Dihadiri Kapolres Malang, PGK Kabupaten Malang Resmi Dikukuhkan
Bupati Malang Sanusi dsn Soedarman saat kegiatan Gema Desa

Suami dari Dwi Kurniawati ini menambahkan, dirinya bakal sangat menyesal kedepan bila hanya memiliki waktu yang pendek untuk mengabdi kepada masyarakat Kabupaten Malang. Sebagai informasi, periode kepemimpinan Bupati Sanusi bakal berakhir pada Februari 2021 nanti. Praktis, masa jabatan hanya tersisa setahun lagi.

“Apa yang saya sesalkan itu, dengan waktu yang pendek itu, apa yang bisa saya lakukan untuk masyarakat Kabupaten Malang. Ini kan sudah mulai Oktober, sudah berapa bulan ini terlewati, itu saja yang menjadi beban saya,” tutur bapak empat anak ini.

Alumni SMA 2 Pamekasan tersebut pun menuturkan, memimpin wilayah Kabupaten Malang yang luas dengan penduduk hampir mencapai 3 juta jiwa memang berat. Oleh karenanya, tugas seorang Bupati idealnya harus didampingi wakil.

“Kabupaten Malang yang luas ini kan memang perlu dibantu,” terang pria yang hobi bermusik ini.

Soedarman selama ini juga sedikit terganggu jika ada rekan atau siapa saja yang bertanya soal kepastian dirinya sebagai Wakil Bupati Malang.

“Kalau istri sama saya, saling menguatkan, sudah pemilihan tapi ada teman nanya kok belum dilantik,” bebernya.

Selama belum ada kejelasan pelantikan ini, Soedarman tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Sesekali, dia juga mengikuti agenda Pemerintah Kabupaten Malang, seperti Gema Desa.

“Tetap di kampus, ngajar,” jelas dosen STIE Malangkucecwara ini.

Seperti diketahui, dalam pemilihan Wakil Bupati Malang sisa periode 2016-2021 di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Malang, Jalan Panji Kepanjen, Rabu (9/10/2019), Soedarman berhasil meraup 44 suara. Soedarman berhasil mengandaskan perlawanan koleganya, Abdul Rosyid Assadullah yang hanya meraih 5 suara dari total 50 anggota DPRD.

Walaupun sempat diwarnai polemik, karena nama Soedarman sebelumnya tak pernah muncul dalam percaturan politik di Kabupaten Malang. Namun figur yang kabarnya diusulkan oleh partai NasDem ini tetap melenggang mulus dalam pemilihan.

Leave a Reply