Tanggulangi Banjir, Pemkot Malang Libatkan Ulama Lintas Agama

0
33

PolitikaMalang – Forum silaturahmi Pemerintah Kota Malang dengan Ulama bahas fenomena Banjir di Kota Malang, Kamis (11/4/2019).

Forum ini dihadiri oleh tokoh lintas agama yang ada di Kota Malang. Tiga pejabat Pemerintah Kota Malang,menjadi narasumber diantaranya Walikota Malang Drs. H. Sutiaji, Wakil Walikota Malang Ir. H. Sofyan Edi jarwoko dan Sekda Kota Malang Drs.Wasto, SH, MH.

Walikota Malang Sutiaji menyampaikan bahwa di tahun 80an Kota Malang tidak pernah kenal istilah banjir. Namun sekarang di tahun 2019 ini ditemukan 26 titik banjir padahal posisi Kota Malang ada di dataran tinggi.

Penyebab dari banjir ini adalah adanya penumpukan sampah di gorong-gorong dan kali di Kota Malang.

Satgas DPUPR selalu membersihkan dan mengontrol gorong-gorong dan sungai setiap hari tapi besok muncul kembali.

“Setiap hari kita ngontrol titik-titik itu. Kemaren saya putuskan sendiri. Bangunan siapapun kalo melanggar harus dijebol. Saya pimpin sendiri jebol bangunan ruko di Tidar. Supaya saya bisa tegas, saya harus zero tolerance, we’ek sopo ini ngak peduli (red. punya siapa saya tidak peduli), ini sampah, ini kasur malah” ujarnya sambil menunjukkan foto-foto sampah di gorong-gorong dan kali.

Perilaku membuang sampah sembarangan yang berdampak pada kinerja sistem drainase kota Malang. Kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap sampah, baik perilaku pembuangan maupun budaya pengurangan sampah perlu diperkuat kembali.

Ulama dengan ruang-ruang dakwah memiliki potensi besar menggerakkan mindset masyarakat menuju pola hidup bersih.

Selanjutnya, Wakil Walikota menambahkan bahwa secara teknis Pemerintah Kota Malang akan siap dalam menghadapi masalah ini. “Langkah yang dilakukan pemerintah, pertama regulasinya ditata sehubungan dengan sampah, yang kedua aspek teknis.

Di titik-titik tertentu nanti akan dipasang jaring. Supaya sampah tidak sampai ke ujung. Diawasi langsung oleh satgas sehingga tidak menumpuk seperti tadi.” Ujarnya.

Wawali juga menghimbau masyarakat dengan gerakan hidup bersih. Kegiatan kerja bakti, bersih-bersih digiatkan kembali supaya masalah kebersihan ini menjadi kebutuhan kita bersama.

Selanjutnya dalam dialog, Ketua Dewan Paroki Gereja Katedral Ijen Malang Nugroho Sugiwijono menyampaikan bahwa gerakan pertobatan ekologi itu merupakan upaya menjaga kelestarian bumi yang sudah dilaksanakan 3 tahun belakangan. “Kita kan berusaha melakukan pendidikan ke umat.

Contohnya, umat kita tidak minum dari kemasan gelas plastik tapi bawa botol sendiri. Saya juga bawa botol di mobil yang saya isi ulang.

Kami berusaha agar bumi ini menjadi rumah bersama sehingga tidak hanya dieksploitasi, tapi juga diperbaiki. Kami berusaha agar mengurangi sampah, mengurangi pemakaian air, mengurangi plastik yang hancurnya bisa sampai ratusan tahun,” ujarnya.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here