Ungguli Juara Bertahan ITB, Tim kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) Fakultas Teknik UM Sabet Juara

0
72

PolitikaMalang – Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (FT UM), sabut dua medali sekaligus dalam ajang Nasional yakni Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang diadakan oleh Kementrian Riset dan teknologi Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

Kontes tingkat Nasional ini digelar sejak tanggal 27 November hingga 1Desember 2018 di Padang.

UM sendiri menurunkan 2 tim yakni tim Semeru 1 dan tim Semeru 2, dengan masing-masing tim beranggotakan 7 orang.

Dalam keterangan persnya, Dosen pembimbing tim KMHE FT UM, Avita Ayu Permanasari menyampaikan, kedua tim yang diterjunkan oleh FT UM berhasil meraih prestasi khususnya dalam bidang mobil hemat energi dengan bahan bakar ethanol.

“Tim pertama sabet medali emas dalam kategori di prototipe ethanol dengan kecepatan 543,47 Km per liter. Dan Tim 2 Semeru meraih medali perak di kategori urban ethanol dengan kecepatan 185 km per liter,” kata Avita Ayu Permanasari saat ditemui di FT UM, Selasa (4/12/2018).

Dengan bangga Evita menyampaikan bahwa kemenangan tim UM dalam kategori prototipe ethanol merupakan sebuah prestasi yang membanggakan. Hal ini disebabkan karena, mampu menggeser posisi pertama UGM yang selama ini selalu berjaya dalam KMHME khususnya dalam kategori prototipe ethanol.

” Ini luar biasa perjuangan para mahasiswa FT UM sehingga bisa menyabet medali dua sekaligus dan bisa mengungguli juara bertahan dan langganan juara,” ujar Evita.

Kontingen UM sendiri lanjutnya, telah mengikuti kontes mobil hemat energi sejak 3 tahun terakhir, yakni dari 2016 hingga 2018. Meski begitu selama tiga tahun tersebut, UM harus puas berada di posisi ke-2.

“Medali ini yang pertama, bisa mengungguli juara bertahan ITB dalam kategori prototipe,” katanya.

Sementara itu, Dosen pembimbing tim Semeru 2 menyampaikan, kemenangan kedua tim FT UM merupakan hasil kerja keras mahasiswa dalam mengelaborasikan antara teknologi dan skill.

Dari segi teknologi, timnya berupa khususnya dalam merekayasa mesin sehingga sesuai dengan bahan bakar ethanol. Tak hanya itu, aspek-aspek lainya seperti konstruksi mesin juga harus didesain sedemikian rupa sehingga sesuai dengan target dan bisa mencapai kilo meter per liter yang semakin tinggi.

Untuk aspek skill sendiri lanjutnya, karena berhubungan dengan bagaimana seorang driver melintasi jalur dengan bahan bakar yang telah ditentukan maka kemampuan seorang driver sangat diperlukan.

“Sebenarnya kontes mobil hemat energi ini perpaduan antara teknologi dan skill. Yang itu kemudian butuh strategi. Fungsi manager, menjadi sangat penting khususnya dalam mengatur strategi pemenangan dalam even KMHE itu,” ucapnya.

Kendati telah menang, Ketua Divisi Engine Bagas Eko Laksono, mengaku belum puas dengan capaian yang telah mereka raih. Menurutnya, pihaknya akan terus mengupgrade mobil yang telah dibuat tersebut agar menang dalam ajang internasional yakni ajang Shell ECO Marathon Asia 2020 yang diadakan oleh Shell.

“Belum puas mas, masih ada beberapa yang harus diperbaiki lagi,” ucapnya

Mesin prototipe ethanol yang telah dibuat lanjutnya, masih memiliki bobot yang sangat berat. Oleh karenanya, menurutnya ke depan, timnya mengupayakan untuk memperingan bobot mesin, namun tetap dengan kualitas yang tinggi.

“Bobot engine harus diperingan, power to weight-nya juga harus diperbesar, sehingga meski mesin kecil tapi tenaga besar,” katanya menjelaskan.

Perlu diketahui, bobot mesin dari prototipe ethanol yang mendapatkan juara 1 tersebut berkisar antara 20 hingga 22 kilo. Dengan bobot tersebut,
hasil karya mahasiswa FTUM berhasil melintasi lintasan dengan panjang 7,97 km. Oleh karenanya ia berharap ke depan mesin tersebut dapat diupgrade dan diperingan lagi.

“Sekitar 10 kilo, sambil di maping injeksinya juga,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here