Video Karaoke Bupati Viral di Medsos, Pemkab Malang Beri Klarifikasi

0
153

PolitikaMalang – Sudah beberapa hari ini viral di media sosial sebuah video yang menampilkan Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM sedang berkaraoke bersama beberapa orang di dalam ruang khusus untuk menerima tamu Bupati. Viralnya postingan yang diawali dari beberapa warga Malang raya ini mendapat atensi khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang menganggap masyarakat luas perlu mengetahui kronologi sebenarnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Malang, Drs. M. Nur Fuad Fauzi, MT menyampaikan permohonan maaf atas yang terjadi. Dijelaskannya, ada beberapa hal yang perlu diluruskan dengan banyaknya komentar di media sosial (medsos) terkait hal itu. Sehingga nantinya akan ada alur peristiwa yang sesuai dengan kejadian karaoke di ruang kerja Bupati Malang.

‘’Saat itu salah satu komunitas di Malang raya sedang audiensi dengan bapak Bupati Malang. Mereka bersilaturahmi membahas beberapa rencana program kerjasama untuk: Investasi Pasar Rakyat, Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Hidup Tahes secara Ekonomi. Karena komunitas ini anggotanya adalah mayoritas para pengusaha dan pelaku usaha yang sangat peduli terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan. Sekaligus, memberikan ucapan selamat atas dilantiknya Abah Sanusi sebagai Bupati Malang,” terang Fuad.

Dijabarkannya, setelah acara silaturahmi dan diskusi selesai, barulah ada salah seorang tamu yang melihat ada screen / layar di dalam ruangan kantor tersebut. Kemudian, tamu tersebut menanyakan apa bisa bersantai sejenak sambil berkaraoke bersama? Pertanyaan itu dijawab dengan santai Abah Sanusi.
“Ini ruangan rakyat. Boleh digunakan oleh rakyat. Dan Panjenengan semuanya adalah rakyat, yang kebetulan sekarang sedang menjadi tamu saya. Sudah menjadi tanggung jawab saya untuk memuliakan tamu. Monggo saja kalau mau karaoke bersama.”

Salah satu dari tamu mengambil gambar dan merekam moment tersebut. Nah, ketika video tersebut diunggah ke media sosial dengan caption dan narasi yang provokatif, akhirnya banyak muncul tanggapan negatif atas video tersebut.

Ditegaskan Fuad, masyarakat luas juga perlu mengetahui bahwa tempat yang terekspos tersebut bukan ruang kerja Bupati, melainkan ruang khusus untuk menerima tamu-tamu Bupati Malang. Ruangan ini terletak di Lantai 3, Gedung eks Kantor Sekretariat Daerah Pemkab Malang. Bukan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, seperti pada caption video yang diviralkan. Lepas dari polemik di medsos saat ini, Fuad yang mewakili Pemkab Malang terkait hal itu, sekali lagi menyampaikan permohonan maaf bila memang itu membuat masyarakat menjadi gaduh.

“Kita minta maaf bila karena itu jadi ramai. Tapi, intinya Pemkab Malang tetap akan bekerja maksimal sesuai amanah rakyat. Peristiwa itu mohon untuk tidak dipergunakan untuk kepentingan lainnya,” pungkas Fuad.