Walikota Malang Ingatkan Bahaya Hoax Dengan Simbol Keagamaan

0
162

POLITIKA MALANG – Walikota Malang drs H Sutiaji beri Kuliah subuh di masjid Agung Jami Malang.

Diluar dugaan, ternyata kuliah subuh ini, diwarnai dengan curhatan jamaah (warga).

Curhatan Warga malang diantaranya, mulai dari permohonan percepatan perbaikan jalan, permohonan pembangunan trotoar di sisi utara lampu lalu lintas koridor depan pabrik rokok Banyu Biru hingga himpitan tembok hotel Riche), permohonan adanya santunan bulanan untuk lansia hingga pesan agar ada penertiban data kependudukan.

“Alhamdulillah, selain silaturahmi, saling menguatkan keimanan, ketaqwaan dan pengetahuaan keagamaan, melalui forum pengajian kuliah subuh ini, saya juga dapat menampung aspirasi warga sekaligus menjelaskan apa apa yang ditanyakaan jamaah, “ujar Sutiaji Walikota Malang.

Sementara itu, ustadz Sutiaji demikian jamaah masjid Jami menyapa walikota Malang, dalam ceramah kuliah subuh menjabarkan hakikat imsya dari ibadah puasa.

“Inti puasa itu adalah imsya. Bukan semata batas waktu, namun esensinya kemampuan manusia (ummat islam) dalam membatasi dan mengendalikan keinginan keinginannya (yang bersifat duniawi, dhohir red).

Filosofi imsya dalam ibadah puasa sesungguhnya akan menjadi katalisator untuk tidak terjadinya “ghibah berjamaah” atau yang dalam literasi bersosial media di kenal dengan hoax yang terviralkan dan digerakkan secara masive melalui percakapan antar personal hingga dalam grup grup sosial media.

“Itu sangat memprihatinkan, dan jelas secara agama salah, serta menciptakan desakralisasi nilai nilai agama apabila hoax itu juga menggunakan simbol simbol keagamaan, “ingat Pak Aji.

Ditambahkan dan diingatkan kembali oleh suami Hj. Widayati Sutiaji, bahwa kita (manusia) sesungguhnya mayit.

Karena 40 hari sebelum diambil roh, tanda tanda kematian itu sudah digambarkan dalam waktu 40 hari, sementara tidak ada seorang pun yang tahu dan dapat memastikan hidupnya bisa melewati 40 hari ke depan, bahkan esok hari.

Sehingga sesungguhnya kita (manusia) mayit, menjadi pengingat selalu agar tidak berlebihan dalam memandang jabatan, kekuasaan dan kekayaan, karena apa yg kamu cintai, akan kamu tinggalkan atau meninggalkanmu.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu