10 Persen Dari Jumlah Tersangka Kasus Narkoba di Kota Malang Adalah Mahasiswa

Seminar ‘Young Muda Youg Style Lawan Narkoba’

PolitikaMalang- Kepala Bidang Operasi (KBO) Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Malang Kota, Ipda Bambang Heryanta menyampaikan, bahwa penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa kota Malang terbilang cukup tinggi.

Hingga saat ini, peredaran dan penyalahgunaan narkoba masih marak terjadi di tengah masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswa. Bahkan, dari data yang ada, 10 persen kasus narkoba yang terjadi di Kota Malang, dilakukan oleh mahasiswa. Hal yang tentunya sangat membahayakan generasi muda, jika terus dibiarkan.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Malang bersama pihak Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN), terus berupaya melakukan sosialisasi dan memaksimalkan peran masyarakat dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba, oleh generasi muda, termasuk di kalangan perguruan tinggi.

Tak tanggung-tanggung, data yang ada, terungkap kasus Narkoba di Polres Malang Kota dilakukan mahasiswa berada di angka 10 persen

“Yang bersangkutan kedapatan memiliki, menyimpan dan menguasai bahkan ada yang sebagai pengedar,” ungkap Ipda Bambang Heryanta saat menjadi narasumber
Seminar ‘Young Muda Youg Style Lawan Narkoba’ di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Senin (18/03/2019)

Dari angka 10 persen tersebut lanjutnya, kebanyakan mahasiswa di kota Malang cendrung menggunakan jenis narkoba golongan I.”Mayoritas ganja,” singkatnya

Untuk penanganan sendiri, Ipda Bambang jelaskan, sesuai dengan Undang-Undang (UU) nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Pada pasal 127 dijelaskan, bagi pengguna wajib untuk direhabilitasi.

Sementara bagi para pengguna yang sekaligus berperan sebagai pengedar akan dijerat dengan pasal 112 UU narkotika.

Dalam pasal 112 secara verbatim menyebutkan, barang siapa memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman lebih dari 5 gram pelaku dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta pidana denda maksimal Rp 8 miliar.

“Tergantung kadar apa yang mereka lakukan. Kalau pemakai selama tidak jadi pengedar kita serahkan untuk direhabilitasi,” pungkasnya

Sementara itu, Rektor ITN, Dr. Ir. Kustamar, MT., menyatakan, pihaknya sangat konsen menyelamatkan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa yang akan datang dari bahaya narkoba. Salah satunya dengan mengadakan berbagai kegiatan dan melakukan tes urine bagi mahasiswa baru.

“Di kampus ITN, kita memang sengaja mengadakan berbagai kegiatan yang menyibukkan mahasiswa, agar mahasiswa tidak punya waktu luang untuk memikirkan narkoba. Kemudian setiap mahasiswa baru harus mengikuti tes urine, untuk mendeteksi narkoba,” ujarnya.

Menurutnya, melalui iven kali ini, pihak kampus ingin menyadarkan mahasiswa terkait bahaya narkoba, yang sebenarnya justru dapat membahayakan eksistensi mereka. Karena tidak mungkin mahasiswa akan berprestasi dengan baik, jika menggunakan narkoba.

“Di ITN sendiri, sudah ada peraturan tegas terkait narkoba. Sanksinya mulai dari skors sampai dikeluarkan,” terangnya.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengatakan, perkembangan narkoba saat ini sangat luar biasa. Bahan baku narkoba sekarang sudah bisa ditemukan di pasaran.

“Itu baru bahan bakunya saja, belum menjadi narkoba. Sehingga sangat membahayakan sekali jika dibiarkan,” ujarnya

Karenanya, sosialisasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba perlu dilakukan secara maraton, dari kampus ke kampus. Sebab, generasi intelektual mahasiswa inilah yang diharapkan bisa menjadi pioner, sekaligus juru bicara di tengah kalangan generasi muda di kota Malang, untuk ikut bersama-sama dengan BNN, Kepolisian, KODIM, pemerintah daerah dan kalangan perguruan tinggi, dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

“Langkah-langkah yang dilakukan oleh BNN, kepolisian dan perguruan tinggi, termasuk pemerintah daerah selama ini adalah dalam rangka menciptakan sekaligus mengimbau, mengamankan dan membangun sistem jejaring di tengah masyarakat. Agar masyarakat mengetahui bahaya narkoba, terutama membahayakan perkembangan generasi muda sebagai masa depan bangsa,” terangnya.

Selanjutnya, masyarakat juga harus paham, bahwa penyalahgunaan narkoba jelas melanggar hukum, dan pastinya ada sanksi hukum yang harus ditanggung.

Menurutnya, akan menjadi percuma, jika pemerintah hanya bersusah payah memfokuskan program di bidang pendidikan, maupun kesehatan, tapi di sisi lain masalah narkoba tidak dapat teratasi.

Karena itu, masyarakat perlu bersama-sama mengamankan, menyelamatkan generasi muda bangsa. Karena dengan gerakan masyarakat yang betul-betul masif di kota Malang, merupakan solusi yang paling ampuh untuk mencegah dan memberantas narkoba.

“Kita jadikan masyarakat sebagai kekuatan semesta, yang akan membantu tugas BNN secara umum,” pungkasnya.

Diacara Seminar ‘Young Muda Youg Style Lawan Narkoba’ juga dilaksanakan Deklarasi PESAN (Persatuan Mahasiswa Anti Narkoba) ITN Malang ditandai dengan penandatanganan di atas spanduk .(*)

Pewarta ; Djoko Winahyu

Leave a Reply