4.7 Triliun Uang Baru Disiapkan BI Malang Untuk Penukaran Jelang Idul Fitri

POLITIKA MALANG
Dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai untuk masyarakat pada periode bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang bekerjasama dengan perbankan (Bank umum dan BPR) untuk melakukan layanan penukaran Uang Pecahan Kecil di pusat keramaian maupun di kantor bank yang telah bekerjasama dengan BI.

Penukaran uang dan Kartu Debit/ATM Berlogo GPN
jelang Hari Raya Idul Fitri 2019 ini merupakan program BI Malang untuk menerapkan clean money policy, yang bertujuan mengganti uang kertas yang rusak.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Azka Subhan Aminurridho mengatakan penukaran uang dilakukan serentak di 72 titik outlet Bank Umum dan 49 titik outlet BPR di wilayah kerja BI Malang, yakni Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Pasuruan serta Kota dan Kabupaten Probolinggo.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini masyarakat dimanjakan tempat pembukaan penujaran penukaran tersentral di dalam gedung Balai Kartini. Ruangannya ber-AC agar lebih nyaman, agar tidak seperti kemarin di halaman parkir sehingga sempat ada yang pingsan,” kata Azka, Minggu (26/5/2019).

Azka mengatakan penukaran uang ini akan berlangsung selama 8 hari, mulai 26 Mei hingga 2 Juni 2019, yang tersebar di titik-titik strategis dengan menggunakan 13 mobil kas keliling yakni 1 mobil milik Bank Indonesia dan 12 mobil lain milik bank umum.

“BI Malang telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,7 triliun untuk melayani penukaran uang pecahan kecil selama Ramadan dan Idul Fitri,” tambahnya.

Azka menyebutkan jumlah tersebut, mengalami kenaikan dari jumlah kebutuhan uang selama periode Ramadan dan Idul Fitri sebesar 20 persen lebih tinggi dari periode sebelumnya yaitu Rp 3,9 triliun.

Baca Juga :   Bet For Web based Gaming venue Games

Kepala BI Malang menyampaikan dana tersebut dipersiapkan baik untuk penarikan secara tunai melalui kantor layanan maupun mesin ATM masing-masing perbankan, serta melalui pelayanan kas keliling kepada masyarakat.

Bank umum yang berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain BNI, BCA, BTN, CIMB Niaga, Permata Bank, Bank Muamalat, BPD Jatim, BPD Jatim Syariah, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, BRI, dan BRI Syariah.

Setiap harinya disediakan penukaran untuk 1.200 orang, dengan jumah maksimal yang dapat ditukarkan adalah Rp 3,7 jt dengan rincian pecahan yakni Rp 20.000 sebanyak 1 pax/100 lembar, Rp 10.000 sebanyak 1 pax/100 lembar, Rp 5.000 sebanyak 1 pax/100 lembar,dan Rp 2.000 sebanyak 1 pax/100 lembar.

Selain itu, setiap penukar diwajibkan membawa KTP asli, dan hanya dapat menukar 1 kali selama periode penukaran di Gedung kartini tersebut.

Pada kegiatan tersebut, Perbankan juga menyediakan layanan penukaran kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yaitu penukaran kartu ATM/Debit lama dengan kartu ATM/Debit berlogo Garuda.

Kartu tersebut memberikan keunggulan 1) untuk transaksi di berbagai EDC/ ATM bank lainnya;
2) Nasabah lebih hemat biaya administrasi per bulan,

3) Namun demikian, GPN baru bisa digunakan untuk transaksi dalam negeri saja.

Selain itu, sebagaimana diatur dalam PBI No.19/8/PBI/2017 dan PADG No. 19/10/PADG/2017 tentang GPN, s.d tahun 2022 perbankan wajib memastikan seluruh nasabah harus memiliki minimal satu kartu GPN.

Bank Indonesia sendiri selalu memonitor distribusi kartu GPN setiap bulannya di masing-masing bank.

Selain bisa menukarkan uang di Gedung Balai Kartini, Kota Malang, Kantor BI Cabang Malang juga memberikan sosialisasi tentang deteksi uang asli dan perlakuan uang agar tidak rusak.

Pada kesempatan tersebut, BI Malang mengenalkan masyarakat tentang metode mendeteksi uang asli dengan diraba dan diterawang. Kemudian, ada juga sosialiasi perlakuan uang agar tidak rusak dengan metode 5J, yakni tidak melipat, menyestaples, menulisi, meremas dan membasahi.

Baca Juga :   SANTORINI Accompanying Articles

launching kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan Aminurridho, pimpinan perbankan di Malang Raya, Dinas Perhubungan Kota Malang, Pengurus PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Kota Malang, serta tamu undangan lainnya.(*)

Pewarta: Djoko Winahyu

Leave a Reply