Abah Anton Raih Wali Kota Entrepreneur Award

PolitikaMalang – KIN ASEAN Forum 2017, Penganugerahan Walikota Entrepreneur Award 2017 dan Bupati Entrepreneur Award 2017, sebagai bentuk kerja sama yang diinisiasi oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama KIN ASEAN.

KIN ASEAN atau Kellogg innovation Network ASEAN merupakan forum berskala internasional yang diinisiasi oleh Profesor Rob Wolcott.

Proses penentuan pemenang dilakukan melalui beberapa tahap, diantaranya sosialisasi kepada anggota APEKSI dan APKASI, pengiriman angket kepada anggota APEKSI dan APKASI, pengiriman kembali angket yang telah diisi sesuai kategori yang diajukan oleh aplikan, penilaian oleh tim juri yang terdiri dari KIN ASEAN.

Aspek penilaian dari inovasi-inovasi yang dilakukan pemerintah dilihat dari beberapa aspek yaitu kreativitas, inovasi, kewirausahaan (Entrepreneurship), Kategori penilaian dari inovasi-inovasi yang dilakukan ialah kesehatan, pendidikan, kemiskinan, pariwisata, perdagangan, dan investasi.

Dua petinggi Malang Raya, yang nota bene Kepala Daerah di kota Malang dan kabupaten Malang, secara bersamaan meraih penghargaan Kepala Daerah Enterpreuner. Penghargaan diberikan pada acara the 8th Annual KIN ASEAN Forum 2017 di Ritz Carlton Hotel Jakarta (6/12 ’17).

Pada even ini, Walikota Malang meraih dua penghargaan untuk kategori bidang kemiskinan dan bidang pariwisata. demikian dengan Bupati Malang, meraih kategori bidang kesehatan dan bidang pariwisata.

Duduk bersebelahan Walikota Malang Abah Anton dan Bupati Malang Rendra Kresna, sama sama meng amini akan pentingnya mengembangkan manajemen kreatif dalam memajukan daerah. Pesan tersebut merespon atas materi diskusi dengan tema “Creative Destination Management”, dengan narasumber Prof. Carol Y. Y. Lin, Co Author of the Impact of Societal and Social Innovation, National Chengchi University, dan Robert C. Wolcott, Executive Director KIN.

Baca Juga :   What Is actually That Customs With Slot machines?

“Smart City itu penting, tapi beyond Smart itu yang harus ditumbuhkan. Itu poin penting yang dipesankan Profesor Carol, Smart yang berakar pada kearifan lokal, budaya grass root dan partisipasi masyarakat, itu makna dari beyond, “ujar Hermawan Kertajaya,

Selain itu, untuk menjadi kota yang smart dan kreatif tidak boleh sekadar meniru atau mengikuti trend, seperti latah menghadirkan festival festival di kota kota. Kehadiran kampung warna warni dan kampung Glintung go green merupakan contoh konkrit dari manajemen kreatif yang berbasis partisipatori dan kearifan lokal.

Sementara itu, Abah Anton menyatakan, program yang lahir dari bawah akan menumbuhkan rasa memiliki yang tinggi, sehingga menciptakan energi untuk terus berkembang serta melakukan perubahan.

Leave a Reply