Abdul Hakim: Selama 4 Tahun yang Dibangun Hanya Taman

PolitikaMalang – Banyak penilaian terkait dengan kinerja Wali Kota Malang H. Moch Anton dan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji selama memimpin Pemerintah Kota Malang dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Tak bisa dipungkiri, berbagai kemajuan dalam beberapa bidang sudah terjadi, misal renovasi taman yang menambah kecantikan kota, bus sekolah gratis, hingga ratusan penghargaan yang diterima selama ini.

Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PDI Perjuangan Abdul Hakim, memiliki pandangan tentang pembangunan Kota Malang selama ini. Menurutnya, sedikitnya ada enam hal yang menjadi catatan selama empat tahun terakhir dan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemerintah Kota Malang di masa mendatang.

Pertama, menurut Hakim, masalah kemacetan di Kota Malang sudah tidak bisa ‘ditoleransi’ lagi. Kemacetan selain berdampak buruk pada transportasi juga berimbas negatif kepada jantung perekonomian warga. Ia menjelaskan, kemacetan di Kota Malang tidak bisa disamakan dengan kemacetan yang ada di Jakarta, pasalnya ibu kota merupakan pusat perekonomian, sedangkan jika kondisi kemacetan terjadi di kota pendidikan ini maka akibatnya tentu merangsek pada dunia investasi dan semacamnya.

“Jarak tempuh kini menjadi perhitungan dalam dunia perekonomian, misalnya dari Surabaya ke Malang awalnya hanya 2 jam, sekarang jadi bisa 4 jam ini nanti akan berdampak pada dunia investasi dan membuat investor, berpikir ulang menanamkan modal di Kota Malang,” kata Abdul Hakim pada Minggu (14/5).

Karenanya, menurut Hakim, strategi untuk memecahkan kemacetan tidak bisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang sifatnya parsial, yakni melakukan rekayasa lalu lintas di suatu titik namun sebenarnya itu malah menambah kemacetan di titik lainnya. “Harus ada konsep yang menyeluruh dalam mengurai kemacetan, karena selama ini rekayasa lalu lintas pada satu titik hanya memindahkan kemacetan di titik lainnya,” tukasnya.

Baca Juga :   Vision Discretion And additionally Complicated Pure natural stone Achieving put Get Floor On $400 Trillion Tough Normal jewel Modern gambling house Northern

Hal kedua, menurut Hakim adalah masalah kesejahteraan masyarakat. Hal ini menurutnya sangat penting, sebab salah satu misi utama adanya pemerintahan adalah untuk mensejahterakan masyarakatnya. Khusus untuk Kota Malang, selama ini pemerintah belum memiliki ‘cetak biru’ cara bagaimana mensejahterakan masyarakatnya melalui skema Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Yang ada, lanjut politisi PDI Perjuangan itu, hanya sekadar promo usaha UKM di berbagai macam forum dan itu dianggap masih jauh dari kata efektif.

“Harusnya yang dilakukan pemerintah adalah membentuk semacam mini market di 57 kelurahan 5 kecamatan, dimana nanti mini market itu akan menjual potensi yang ada di kelurahan tersebut. Saya selalu mengusulkan adanya toko semacam itu yang saya beri nama ‘Market Perjuangan'” bebernya.

Selain itu permasalahan pasar tradisional yang belum selesai juga nanti akan berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Ia mencontohkan, Pasar Besar Kota Malang pasca kebakaran heboh yang hingga kini masih belum mendapat perhatian dari pemerintah. Bahkan, kajian dari Universitas Brawijaya (UB) masih juga belum dipublish, padahal pasar ini merupakan jantung perekonomian warga. “Termasuk pasar yang lain seperti Pasar Blimbing, Pasar Gadang dan Pasar Dinoyo ini kan jantungnya perekonomian,” tuturnya

Permasalahan ketiga yang tak kalah penting adalah kepastian investasi. Beberapa contoh seperti permasalahan pembangunan Pasar Blimbing, Pasar Gadang dan Pasar Dinoyo, berpeluang besar menurunkan tingkat kepercayaan investor untuk investasi di Kota Malang. “Penyebabnya adalah ketidak-tegasan pemerintah dalam mengambil keputusan, sehingga ini juga akan berdampak pada gairah investasi. Investor akan ragu mengeluarkan dana-nya jika para pemimpin ini tidak tegas mengambil keputusan,” ungkap politisi peraih suara terbanyak se Kota Malang dalam Pileg periode lalu itu.

Baca Juga :   Bet For Web based Gaming venue Games

Masalah keempat, adalah pemanfaatab dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang terlalu monoton untuk pembangunan taman, padahal dana tersebut bisa dirupakan dalam bentuk lain yang memiliki imbas positifbagi masyarakat. “Boleh untuk taman dan hasilnya saya akui sangat baik, tapi dana CSR jangan untuk taman semuanya lah, bisa digunakan untuk keperluan yang lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hakim.

Permasalahan lain yang cukup krusial, adalah arah pembangunan Kota Malang yang tidak fokus dan masih parsial. “Saya bilang tidak fokus karena selama empat tahun ini kan kita hanya lihat taman saja, ayo mana pembangunan yang lainnya, tidak pernah terealisasi,” ungkapnya.

Permasalahan terakhir, lanjut Hakim yang juga merupakan saran membangun adalah perhatian pemerintah kepada warga yang ingin masuk perguruan tinggi. Menurutnya, Pemkot Malang harus membuat aturan yang baik perihal masalah ini sehingga pemerintahan bisa menjadi jembatan bagi anak yang ingin sekolah di perguruan tinggi.

“Semua yang saya katakan di atas adalah kritik membangun bagi Pemerintah Kota Malang dan diharapkan menjadi masukan demi Kota Malang yang baik di masa mendatang,” pungkasnya.

Leave a Reply