Seiring Gubernur Jatim, Wakil Wali Kota Malang Siap Terapkan Nilai Toleransi dan Kebhinekaan

Politikamalang – Satu satunya Kepala Daerah yang diundang dalam even internasional Coference yakni Wakil Kota Malang
Sofyan Edi Jarwoko.

“Merawat kebhinekaan, toleransi dan kebangsaan sangatlah penting. Itu yang saya tangkap pesan dari penyelenggaraan Konferensi Internasional Zhenghe (Ceng Ho, red) ke-5, “tutur Sofyan Edi Jarwoko, Wakil Walikota Malang saat menghadiri acara pembukaan konferensi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indra Parawansa.

Mengangkat tema “Indonesia dan China, Berbagi Nilai Nilai Agama, Budaya dan Masyarakat”, konferensi berlangsung 3 (tiga) hari dari tanggal 15 – 17 Juli 2019, berpusat di UIN surabaya.

Ada pun pembukaan konferensi dihelat di Jatim Expo Covention Hall, yang dihadiri secara langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Dardak, Ny. Hj. Sinta Nuria Wahid, Forkopimda Jatim, Ketua PW NU Jatim KH. Marzuki Mustamar, Perwakilan PW Muhammadiyah Jatim, Rektor UIN surabaya, Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko beserta istri dan delegasi konferensi dari mancanegara.

Prof. Masdar Hilmy, Rektor UIN surabaya, selaku Ketua Panitia Kegiatan Konferensi dalam laporannya menyatakan ke-Chinaan dan ke-Indonesiaan kita sudah sedemikian menyatu. Sehingga sangat sulit bagi kita untuk melepaskannya, mulai dari budaya, agama Islam sampai soal kuliner.

“Kita perlu kabarkan terus, bahwa ini lho kita (Indonesia), sebenarnya sudah menyatu. Tak perlu lagi ada segregasi atau pemisahan pemisahan yang nantinya malah menjadi komoditas politik, yang justru dapat menghancurkan kebangsaan kita, “tegas Prof. Masdar.

Hal senada juga ditekan Khofifah, Gubernur Jawa Timur saat membuka konferensi zhenghe internasional ke -5.

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan bahwa, sumbangsih dan karya terbesar bangsa Indonesia adalah kekayaan multi etnis serta keberhasilan (Islam) dalam membangun dialog antar budaya, suku dan ras. Ini juga warisan tak ternilai dari guru bangsa, Gus Dur (KH. abdurrahman Wahid), “ujar Khofifah.

Baca Juga :   Popularity Regarding Android Game titles Throughout That Smartphone App Market

Mengamini apa yang dipesankan Gubernur, Bung Edi Wakil Walikota Malang menegaskan, bahwa modal strategis yang dimiliki kota Malang adalah kondusifitas yang itu dikontribusi oleh kerukunan hidup antar ummat beragama di kota Malang.

Termasuk juga kontribusi komunitas Tionghoa kota Malang dalam gerap pembangunan di kota Malang. “Sebagai bangsa besar dengan kekuatan kebhinekaan, dan tadi juga sempat diceritakan tokoh PITI di pembukaan acara tadi, bahwa Gus Dur dalam “merangkul” komunitas China menegaskan masuknya Islam ke Nusantara juga diwarnai oleh islam dari dataran Cina, salah satunya oleh Laksamana Cheng Hoo, maka tidak elok dan kurang arif apabila tetap saja ada yang membangun narasi stereotype, “ujar Bung Edi.

Zhenghe International Conference digelar pertama di Malaysia (2015), berlanjut di Dubai (2016), Kazakhastan (2017), Pakistan (2018) dan di tahun 2019 Indonesia diberi kepercayaan selaku tuan rumah konferensi.

Yayasan Zhenghe Internasion juga memberikan plakat penghargaan tokoh perdamaian kepada Gus Dur ysng diterima oleh Ibu Sinta Nuria Wahid.(*)

Pewarta : Djoko Winahu

Leave a Reply