Antisipasi Mudik Lebaran, Pemkab Malang Terapkan Check Point di Perbatasan

PolitikaMalang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama Polres Malang dan Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu kompak memutuskan untuk segera menerapkan check point di titik-titik yang berbatasan langsung Kabupaten Malang dalam rangka penanganan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Malang. Gambaran garis besarnya, check point yang akan diterapkan adalah untuk melakukan test kesehatan bagi orang yang masuk ke wilayah Kabupaten Malang.

Meliputi bagi mereka yang masuk lewat jalan darat dengan dilakukan test kesehatan dari titik-titik yang ada di wilayah perbatasan langsung dengan Kabupaten Malang dengan kota/kabupaten lainnya. Sedangkan, dari jalur udara, Polres bersama tim medis dari Kabupaten Malang berjaga untuk melakukan cek kesehatan utamanya suhu badan dan siapkan ruang isolasi di bandara Abdulrahman Saleh Pakis. Tak terkecuali, langkah ini juga sudah diterapkan di pos pantau di Stasiun Lawang dan Kepanjen. 

Program check point yang akan dilaksanakan ini dibahas dalam rapat koordinasi antara Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Ir. Didik Budi Muljono, M.T bersama Kapolres Malang, dan Dandim 0818 Kabupaten Malang. Rencananya, lima titik pembentukan check point antara lain di pintu exit tol Karanglo dan Pakis, sedangkan pintu exit tol Lawang akan ditutup sementara. Kemudian, tiga titik check point lainnya adalah di titik pintu perbatasan di Lawang dari arah Surabaya, Ampelgading berbatasan Lumajang, dan Sumberpucung berbatasan dengan Kabupaten Blitar. Check point dilakukan secara 24 jam ini diharapkan turut melakukan pendataan jumlah yang masuk ke Kabupaten Malang dan kondisi kesehatan. Kendaraan akan disemprotkan desinfektan, sedangkan ruangan bus AKAP dan AKDP disemprotkan anti septic.

”Pemerintah Kabupaten Malang bersama Polres Malang dan Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu akan terapkan check point di titik pintu masuk perbatasan Kabupaten Malang. Kita harapkan di Malang tidak terlalu ada dampak Covid-19 dan mudah-mudahan tidak ada dampak. Karena selama ini yang terjadi, itu riwayatnya orang yang berpergian ke luar daerah, pulang bawa virus. Saya berharap masyarakat kabupaten Malang menahan diri tidak pergi ke daerah yang menjadi penyebar Covid-19. Dihentikan dulu, jangan pergi ke daerah tersebut. Pulangnya belum tentu bebas dari virus ini,” jelas Pak Sanusi kepada awak media usai memimpin Rakor Check Point di Peringgitan Kabupaten Malang, Selasa (7/4) siang.

Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati saat diwawancarai juga menyampaikan, bahwa orang luar daerah agar tidak semuanya mudik ke Kabupaten Malang, atau Malang Raya. Beliau lantas menyebut, manakala memang sebelumnya berasal dari daerah atau zona merah penyebaran virus Covid-19 misalnya ke Jakarta. Pasalnya, data pasien Covid-19 Kabupaten Malang rata-rata mereka terpapar setelah berkunjung dari daerah yang punya riwayat penyebaran virus Covid-19.

”Kami berupaya agar mencegah mudik. Menghimbau saja, secara gabungan dari Pemkab Malang, Polri dan TNI akan melakukan check point di perbatasan, mendata supaya nanti penularan Covid-19 ini tidak menyebar. Pemberlakukan penyemprotan, bajunya bisa dicuci dengan sabun dan desinnfektan. Pemerintah Kabupaten Malang memutuskan tidak menerapkan PSBB karena Kabupaten Malang tidak memenuhi kriteria dari persyaratan seperti yang diputuskan Kementerian Kesehatan, tidak ada perkembangan yang signifikan dari jumlah pasien positif di Kabupaten Malang. Alurnya sebelum menerapkan PSBB ini adalah, Bupati atau Kepala Daeeah mengajukan ke Gubernur, kemudian oleh Gubernur diajukan ke Kementerian Kesehatan, kemudian diputuskan suatu daerah ini layak diterapkan PSBB atau tidak. Mudah-mudahan berhenti sampai disini,” jelasnya. 

Leave a Reply