Anton: Calon N-2 dari Partai yang Berkoalisi dengan PKB

PolitikaMalang - Calon petahana dalam Pilkada Kota Malang, H. Moch Anton, menegaskan membuka peluang koalisi bagi partai lain, untuk memajukan kader terbaiknya sebagai calon wakil wali kota dalam pilkada Kota Malang 2018 mendatang. Ia menegaskan, untuk maju dalam pilkada, PKB tidak bisa maju sendirian karena jumlah kursi di parlemen hanya berjumlah 6, sedangkan syarat pengajuan calon minimal ada 9 kursi.

Pria yang juga Ketua DPC PKB Kota Malang itu menambahkan, sejauh ini sudah ada beberapa partai yang sudah membuka komunikasi politik, seperti Golkar, Demokrat dan juga Hanura. “Jadi untuk maju pilkada harus ada koalisi permanen, dan sudah ada tiga partai yang melakukan komunikasi politik,” kata Anton, usai hadir di acara santunan bersama Komunitas Aksara Tumapel di Perpustakaan Kota Malang.

Isyarat Anton menjaring calon untuk N-2, semakin menegaskan jika pasangannya saat ini Sutiaji kemungkinan tipis akan diajak maju bersama kembali dalam satu paket di Pilkada mendatang. Hal itu, ditambah isu keretakan atau disharmoni antara keduanya yang sudah menjadi rahasia publik.

Ditanya apakah akan ada nama baru untuk calon wakil wali kota selain Sutiaji, pria yang akrab disapa Abah Anton ini membeberkan logika politik yang cukup masuk akal. Menurutnya, jika PKB ingin maju, maka harus berkoalisi dengan partai lain, sehingga nama calon untuk N-2 bisa berasal dari partai yang nantinya akan diajak koalisi.

“Yang jelas PKB gak bisa maju sendiri, perlu koalisi permanen. Calon N-2 saya nanti itu harus berangkat atau diusulkan partai koalisi nanti yang memiliki kursi di dewan,” ungkapnya.

Meski masih dini, namun konstelasi politik jelang Pilkada Kota Malang sudah mulai memanas. Setidaknya, sudah ada dua kubu yang mendeklarasikan diri sebagai kekuatan terpisah. Pertama yakni gabungan partai besar yakni, PDI Perjuangan, Gerindra, PPP, PAN, Nasdem, PKS, Demokrat yang diektahui sudah menjalin komunikasi politik untuk mengarah ke koalisi. Gerbong pertama ini jika nantinya sepakat berkoalisi menghasilkan kekuatan yang besar, karena didukung setidaknya 31 suara di legislatif.

Baca Juga :   How To assist you to Success Found at Roulette

Kekuatan lain yakni berasal dari kubu PKB dan Golkar yang sudah melakukan komunikasi politik beberapa waktu lalu. Partai Hanura yang memiliki 3 kursi di dewan juga merupakan kekuatan besar, lantaran sosok ketua DPC Partai Hanura Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban juga digadang-gadang menjadi tokoh yang sangat diperhitungkan dalam kontestasi pilkada mendatang.

Poros kekuatan tersebut, bisa saja berubah sejalan dengan perjalanan dan komunikasi politik di masa mendatang. Sementara itu, berbicara prediksi calon yang akan maju di Pilkada, beberapa nama tokoh sudah mulai menyeruak. Selain H. Moch Anton yang menjadi calon petahana, nama Ketua DPC PDI Perjuangan, Arief Wicaksono juga santer masuk dalam bursa, disamping nama Sutiaji, Ya’qud Ananda Gudban, Sofyan Edi Jarwoko, Heri Puji Utami (Bunda HP), Moreno Soeprapto, Anang Hermansyah, Sri Untari hingga Kepala Baretlinbang Kota Malang, Wasto. (*)

Leave a Reply