Anton Diantara Tiga “Banteng”, Siapa yang Terpilih?

PolitikaMalang – Hingga memasuki bulan Oktober 2017, belum nampak terang, siapa calon resmi diusung partai untuk maju di ajang Pilkada Kota Malang 2018. Tercatat, hanya nama Ya’qud Ananda Gudban saja yang sudah mengantongi rekomendasi resmi dari Partai Hanura dan PAN untuk menjadi bakal calon wali kota. Kedua partai itu sudah membentuk koalisi bernama Harapan atau gabungan nama dari Hanura dan PAN.

Calon petahana, H. Moch Anton masih tersandera. Meski PKB sudah menegaskan akan mengajukan Wali Kota Malang itu untuk kembali maju di ajang Pilkada tahun mendatang, nyatanya rekomendasi dari Ketua Umum DPP partai, Muhaimin Iskandar masih belum turun hingga saat ini.

Koalisi PDI Perjuangan dan PKB atau yang lebih terkenal dengan sebutah “Bangjo” di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) disebut-sebut akan juga diterapkan di Pilkada Kota Malang. Bahkan kemungkinan koalisi ini menurut beberapa sumber Politika Malang sudah mendekati kenyataan.

Menurut Ketua Bapilu DPC PDI Perjuangan, I Made Rian Diana Kartika, jika memang koalisi “Bangjo” terjadi, maka salah satu syarat mutlak yang diberikan partai adalah bacalon wakil wali kota harus ditentukan oleh partai berlambang banteng itu.

“Kalau koalisi Bangjo maka Bacalon N2 kita yang tentukan, dan kemungkinan besar adalah dari internal partai,” ujar Made.

Namun siapa tokoh yang akan dipilih PDI Perjuangan hingga kini belum ada kejelasan. Namun, jika melirik dari internal kader PDI Perjuangan setidaknya ada tiga nama yang mulai menguat, yakni Sekertaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari, Sekertaris DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Abdul Hakim dan politisi gaek mantan Anggota DPR RI, Sri Rahayu.

Munculnya ketiga nama dari kalangan internal tersebut menyusul status tersangka yang disematkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Ketua DPC PDI Perjuangan, Arif Wicaksono. Ya, nama Arif sempat menguat sebagai kader internal PDI Perjuangan yang akan maju di pilkada Kota Malang.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Antara Untari, Hakim dan Sri Rahayu

Salah satu syarat yang diajukan PDI Perjuangan jika koalisi ‘Bangjo’ terealisasi adalah bakal calon wakil wali kota yang akan menggandeng Anton harus ditentukan partai besutan Megawati Soekarnoputri itu. Mengerucut, kemungkinan besar nama yang disodorkan adalah dari kalangan internal partai.

Sri Untari, Abdul Hakim, dan Sri Rahayu adalah tiga nama yang muncul di permukaan akhir-akhir ini. Litbang Politika Malang melakukan sejumlah analisa terhadap tiga nama itu berdasarkan pemberitaan media massa dan data pendukung lainnya. Ketiga nama itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Mulai dari Sri Untari. Mantan Anggota DPRD Kota Malang yang kini duduk di kursi legislatif DPRD Jawa Timur itu merulakan sosok yang berpengalaman dan tentunya memiliki basis yang kuat di Kota Malang. Sri Untari disebut sebagai ‘rising star’ memlihat track record karirnya yang selalu menanjak. Sayangnya, Sri Untari kini sedang disibukkan kegiatan partai baik sebagai Sekertaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang.

Abdul Hakim yang baru saja ditunjuk PDI Perjuangan sebagai Ketua DPRD Kota Malang menggantikan Arif Wicaksono, merupakan sosok yang dikabarkan masuk bidikan partai untuk bakal calon wakil wali kota. Posisinya sebagai orang nomor satu di legislatif, membuatnya kian dekat dengan masyarakat dan basis pemilih. Namun, Hakim bukan figur sentral di PDI Perjuangan sehingga ia masih menjadi ‘second line’ di partainya.

Sosok politisi gaek, Sri Rahayu digadang-gadang menjadi nama terkuat mendampingi petahana, Muchamad Anton jika koalisi Bangjo terealisasi. Wanita yang akrab disapa Yayuk itu sudah malang melintang dari mulai menduduki kuris legislatif di Kota Malang hingga menjabat di Senayan. Yayuk hingga kini juga tercatat sebagai pengurus DPP PDI Perjuangan. Namun, sisi kekurangan karena sekarang ia non job tidak menduduki jabatan di eksekutif ataupun legislatif membuatnya minim merawat basis utamanya di Kota Malang.

Baca Juga :   How Might Web based Cellular phone Advanced online casino As well as Port Recreation Affect Our Life?

 

Leave a Reply