Anton Ingin Bacalon N2 dari Kalangan Generasi Milenial

PolitikaMalang – Calon Petahana H. Moch Anton tiba-tiba mengeluarkan statemen menarik perihal gambaran sosok bakal calon yang diharapkan akan mendampinginya dalam Pilkada Kota Malang tahun depan.

Ya, pria yang kini menjabat sebagai Wali Kota Malang, menginginkan pasangannya nanti adalah dari kalangan muda atau menurut bahasa Anton dari kalangan ‘generasi millenial’. Pernyataan itu diungkap Anton dihadapan awak media usai menghadiri pelantikan Abdul Hakim sebagai Ketua DPRD Kota Malang.

“Kita ingin memunculkan anak muda. Dalam kepemimpinan di masa mendatang kita ingin memunculkan kepemimpinan yang kapable dan yang masih fresh. Kalau yang tua-tua ini bagaimana, sana tua, sini tua kan jadinya bagaimana nanti,” kata Anton.

Pilihan Anton bukanlah tanpa alasan, ia menegaskan jika kedepan anak muda harus tampil sebagai pemegang kepemimpinan di Kota Malang, sehingga estafet tampuk pemegang kekuasaan bidang eksekutif bisa berjalan dengan baik.

“Haruslah Malang sekali-kali nanti dipimpin oleh generasi milenial, anaknya muda. Kalau milenial itu kan usianya berapa saya kira sudah pada tahu,” tandasnya.

Lebih spesifik pemilik kursi N-1 itu menjabarkan jika sosok generasi muda yang diharapkannya menjadi sosok pendamping di Pilkada Kota Malang berasal dari partai politik. “Dari partai politik bisa cewek, bisa cowok,” tukasnya.

Ungkapan Anton sedikit demi sedikit membuka tabir, siapa sebenarnya yang dikehendaki untuk bergandeng bersama dalam bertempur di ajang pesta demokrasi warga Kota Malang.

Jika menilik pada tokoh muda dari partai politik, maka beberapa nama bisa muncul seperti Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang, Moreno Suprapto, serta Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban meskipun banyak tokoh muda lain dari partai politik yang namanya terus melambung.

Baca Juga :   Wie man Spielautomaten-Spiele kostenlos spielt

Nama Moreno Suprapto, kemungkinan masuk dalam kriteria yang disebut oleh Anton. Pria yang juga Anggota DPR RI Dapil Malang Raya itu, namanya sudah masuk dalam bursa kandidat bakal calon wali kota di Pilkada Kota Malang.

Sejumlah polling sudah menempatkan nama mantan pebalap itu sebagai opsi yang diajukan kepada warga. Gerindra Kota Malang di tataran legislatif, memiliki sebanyak 4 kursi, sehingga jika berkoalisi dengan PKB Kota Malang persyaratan mendaftar pasangan calon di KPU sudah memenuhi.

Sedangkan, Ya’qud Ananda Gudban, yang baru saja resmi diusung DPD PAN Kota Malang menjadi bakal calon wali kota, kemungkinan bisa saja masuk kriteria itu. Koalisi Harapan (Hanura-PAN) dengan jumlah 7 kursi ditambah dengan PKB 6 kursi, cukup untuk melenggangkan pendaftaran paslon ke KPU.

Namun, kriteria yang diucapkan oleh pria yang akrab disapa Abah itu juga bisa berlaku bagi tokoh atau politisi di luar dua nama di atas. Bahkan, nama politisi muda Gerindra dokter Canggih Sakinah Hans, juga mulai menguat jika menilik syarat generasi milenial itu. Teka-teki siapa yang akan mendampingi Anton dalam pilkada masih abu-abu jelang pendaftaran calon pada Januari mendatang.

Dilema Koalisi Bangjo

Kriteria yang diungkapkan oleh Anton selain memberikan gambaran sosok, terselip makna jika suami Hj. Farida Dewi Suryani itu ingin sosok bacalon wakil wali kota dari pilihannya sendiri. Itu diperkuat dengan statemen Anton “Ini kan maksud saya begini, ini permintaan saya. Saya ingin pasangan yang milenial,” tegas Anton.

Permintaan Anton akan syarat pendamping dari generasi milenial itu cukup menarik bila dikaitkan dengan rencana koalisi PDI Perjuangan – PKB atau yang akrab disebut Bangjo. Bahkan, koalisi itu disebut-sebut sudah mendekati kenyataan, dengan alasan menyamakan koalisi pada ajang Pilgub Jawa Timur.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

Perkembangan terakhir, tiga nama  kader PDI Perjuangan, masing-masing, Sri Untari, Sri Rahayu dan Abdul Hakim mulai menguat sebagai sosok bacalon wakil wali kota pendamping petahana di Pilkada. Tentu saja, tiga nama itu bisa dibilang jauh kriteria milenial yang dimaksud Anton.

Permasalahan lain yang muncul, dengan mengumbar kriteria sosok itu, secara tidak langsung Anton ingin Bacalon Wakil Wali Kota Malang sesuai kriterianya atau atas permintannya. Padahal, dari jauh hari, partai ini sudah memberikan syarat koalisi dengan petahana, dimana nanti pasangannya (bacalon N2) harus dari kader ‘banteng’. Itu juga ditegaskan oleh Ketua Bappilu DPC PDI Perjuangan Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika.

“PDI Perjuangan sebagai partai pemenang di Kota Malang punya sikap yang jelas dan tegas tentang Pilkada. Kita ingin berperan aktif ikut mensukseskan pilkada dengan menampilkan kader terbaik kami. Gak mungkin dong partai kami bisa diatur orang lain, namanya koalisi harus saling terwakili satu sama lain, itu baru namanya koalisi sehat,” kata Made.

Ia mengaku jika saat ini PDI Perjuangan Kota Malang sedang aktif komunikasi politik dengan Anton terkait dengan kemungkinan koalisi Bangjo.

Leave a Reply