Anton: Program Desaku Menanti Bentuk Pemberdayaan Yang Nyata

Politika Malang – Untuk mengentaskan gelandangan dan pengemis (Gepeng), upaya yang berkesinambungan, terus dilakukan Pemerintah Kota Malang dibawah kepemimpinan Mochammad Anton pada periode pertama lalu. Salah satu upaya tersebut adalah dengan memberdayakan eks gepeng melalui program Desaku Menanti bekerjasama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Program “Desaku Menanti” adalah program rehabilitasi sosial gelandangan dan pengemis yang dilakukan terpadu berbasis desa dengan menekankan pengembalian mereka ke daerah asal atau re-migrasi. Program ini sangat bermanfaat bagi eks Gepeng, karena bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

Dimulai pada bulan November 2016, program Desaku Menanti telah berhasil mengentaskan 40 Kepala Keluarga (KK) eks gepeng. Selain mendapatkan bantuan rumah layak, mereka juga diberikan Vocational Training serta program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) atau kelompok usaha bersama yang diharapkan agar mereka memiliki sumber income sendiri.

Usaha ekonomi produktif yang digeluti warga desaku menanti diantaranya adalah usaha membuat topeng, dari mulai gantungan kunci sampai untuk hiasan dinding. Selain itu ada spot selfie untuk pengunjung, juga disediakan kios-kios jajanan dan monumen topeng sebagai simbol desa wisata. Karena itu desaku menanti, saat ini dikenal juga dengan wisata topengnya. Wisata topeng ini sendiri diresmikan pada tanggal 14 Februari 2017.

“Ini jadi salah satu solusi penanganan gelandangan dan pengemis di perkotaan yang komprehensif dan mengedepankan keterpaduan dalam rehabilitasi sosial gelandangan dan pengemis,” kata Abah Anton sapaan akrab Walikota Malang (Non Aktif) tersebut, saat blusukan ke Kampung Topeng Desaku Menanti di Dusun Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Senin (19/3/2018) pagi.

Menurut pria yang maju kembali sebagai Calon Wali Kota Malang 2018-2023 itu, merubah mental gepeng agar mau berusaha adalah tugas yang tidak gampang. Bagaimana merubah mental mereka agar mau berusaha, tidak hanya hidup dengan meminta.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Lanjut Suami Dewi Farida Suryani itu, pihaknya pun terus melakukan pendampingan untuk menata mental, menata ekonomi, dan menata spiritual warga Kampung Topeng Desaku Menanti.

“Selain merubah mental untuk tidak selalu mengharapkan belas kasihan orang, mereka juga dilatih bagaimana mengelola keuangan yang mereka peroleh dari hasil usaha. Hal ini guna memberdayakan mereka agar tidak kembali hidup dijalan,” tandas Cawali nomor urut dua tersebut.

“Harapannya, semoga kedepan kampung wisata topeng ini terus berkembang, baik dari sisi ekonomi maupun mental warganya. Karena memandirikan eks gelandangan dan pengemis adalah tujuan didirikannya desaku menanti ini,” tukasnya.

Leave a Reply