Apresiasi Program Kampung Tangguh, Khofifah Kunjungi Kampung Cempluk

PolitikaMalang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau persiapan akhir Pemerintah Kabupaten Malang dan masyarakat Kabupaten Malang jelang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, Sabtu (16/5) siang. Giat peninjauan persiapan tersebut bertempat di Kampung Cempluk, Dusun Sumberejo, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau dengan didampingi Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M bersama Forkopimda diantaranya Kapolres Malang, Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu, dan Danrem Baladhika Jaya.

Gubernur meninjau kesiapan Kampung Tangguh yang telah di inisiasi di kampung tersebut sejak akhir Maret lalu itu. Diakuinya kalau sebelumnya, beliau ke Kota Malang dan menemui ada Kampung Narubuk di Kecamatan Sukun, kini giliran berkunjung langsung ke Kampung Tangguh di RW 02 di Kampung Cempluk ini, yang juga lengkap dengan sistem penerapan PSBB lokal dengan didukung SDM yang baik, respon positif warganya hingga juga disiapkan keberadaan lumbung pangan desanya dan pojok curhat untuk warga setempat yang terdampak Covid-19. Mereka menerapkan dan mengelolanya secara mandiri. Kampung Tangguh semacam ini juga ada di 200 desa se Kabupaten Malang.

”Melihat dari persiapannya mulai sistem penanganan dalam menghadapi Pagebluk Corona, begitu warga mengistilahkan, bisa ini direplikasi untuk Jawa Timur maupun semua daerah untuk menghadapi Covid-19 sebagai role model. Strategi pentahelix yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang yang bekerjasama dengan masyarakat, pengusaha, media, dan akademisi, harus ditiru semua daerah. Termasuk dari segi kesiapan kesehatannya. Kemarin saya sudah mengunjungi safe house yang fungsinya sudah layak untuk dijadikan rumah sakit darurat di Rusunawa ASN Kabupaten Malang, mudah-mudahan bisa menghasilkan signifikansi sampai berhentinya Covid-19,” jelas Gubernur saat menggelar jumpa pers usai kegiatan dari Pendopo Kantor Desa Kalisongo.

Baca Juga :   Mantan Menteri dan Artis Ajak Milenial Malang Menangkan Paslon LADUB

Sementara itu, Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M yang mendampingi penuh kunjungan Gubernur mengatakan, sebagai bentuk persiapan penerapan PSBB di kabupaten, bahwa pihaknya memastikan kesiapan Pemkab Malang sudah 100 persen. Dimulai dari sudah melakukan sosialisasi, simulasi, termasuk jaring pengamanan sosial dan antisipasi kekuatan personel untuk pengamanan yang dikoordinasikan dengan Polres Malang dan Kodim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu. Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati juga telah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk mengevakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19 yang sebelumnya masih menjalani karantina di tempat tinggalnya masing-masing ke Safe House Rusunawa ASN di Kepanjen. Totalnya, kurang lebih ada 15 orang.

”Fasilitas ruangan dari safe house ini konsepnya seperti apartemen dengan dua kamar, dua tempat tidur, ruang tamu dan dapur, serta didampingi tim medis mulai dokter dan perawat. Hal ini dilakukan guna memastikan agar kondisi pasien terkonfirmasi tersebut terpantau dan terlayani kebutuhannya dengan baik. Disamping juga untuk menghindari potensi penularan pada orang-orang di sekitarnya. Harapannya pada PSBB nanti, Pemkab Malang menargetkan agar perkembangan jumlah pasien positif di Kabupaten Malang ke depan bisa nol persen. Jumlah pasien yang sekarang sudah mencapai 51 orang itu tidak sampai ada tambahan lagi, dan yang kini masih dirawat seluruhnya bisa segera sembuh tanpa resiko menularkan pada orang-orang disekitarnya,” jelas Bupati kepada awak media. 

Leave a Reply