Aturan Baru Kendaraan Wajib Berstiker Masuk UB Patut Diacungi Jempol

PolitikaMalang – Memasuki hari ke empat masa uji coba penerapan aturan baru, ojek online (ojol) dilarang masuk kampus UB (Universitas Brawijaya) patut mendapatkan acungan jempol karena berhasil mengurangi kemacetan utamanya lagi dengan penutupan pintu gerbang keluar menuju jembatan Suhat .

Rektor UB, Prof Dr Nuhfil Hanani AR, mengatakan aturan yang diterapkan ini untuk mengurangi kemacetan yang terjadi.

Penutupan pintu gerbang Soekarno-Hatta ini merupakan permintaan langsung dari Wali Kota Malang, Sutiaji.”Kami ingin mendukung program Wali Kota Malang untuk mengatasi kemacetan,” katanya.

Nuhfil pun menyampaikan bahwa pihaknya juga akan membuka gerbang Utara di jalan Mayjen Panjaitan, untuk menggantikan jalur gerbang Soekarno-Hatta.

Hal senada disampaikan Kabag Humas dan Kersipan UB, Kotok Gurito saat di temui Reporter Politikamalang menyebutkan, bahwa aturan yang mulai diberlakukan 28 Januari 2019 lalu berjalan dengan baik.

Upaya untuk meningkatkan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan kampus ini tidak ada kendala.”Pemberlakukan sistem ini mendapatkan respon positif,” katanya.

Meski masih tahap uji coba, aturan ini mampu mengurangi kemacetan kampus dan pengurangan penumpukan kendaran. Ini pun membuat suasana kampus cukup nyaman.

“Ini memang progam kami untuk membuat nyaman civitas akademika,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam Surat Edaran Rektor Nomor : 0862/UN10/PS/2019 tentang Pemberlakuan Stiker Kendaraan Masuk, hanya kendaraan yang berstiker UB yang bisa memasuki area kampus.

Stiker berlaku untuk civitas akademika UB dan telah dibagikan di tiap-tiap fakultas.

Aturan ini diterapkan untuk mengurangi kemacetan di area kampus UB yang sering digunakan oleh pengendara umum sebagai “jalan tembus”.

Selain itu, banyaknya driver ojek online yang mangkal di beberapa titik fakultas menjadi penyebab macet, penuhnya area parkir kampus UB, dan parkir sembarangan sehingga rawan terjadinya curanmor.”Kami juga mengimbau para mahasiswa atau civitas akademika yang memiliki pekerjaan sampingan Ojol untuk segera melapor,” katanya.

Baca Juga :   E - Commerce Antar Kota Malang Raih Indonesia Award 2020

Aturan ini pun mendapatkan apresiasi dari Ojol. Salah satunya, Asep. Ia mengaku aturan ini mempermudah penurunan penumpang sehingga tidak perlu berputar-putar di kampus.

“Tinggal mengantar dan jemput di lokasi ini. Jadi lebih mudah,” ungkapnya saat ditemui di gerbang Veteran, Universitas Brawijaya.(*)

Pewarta: Djoko Winahyu

Leave a Reply