Bahas Masalah Kota Malang, Rumah Prestasi 3G Hadirkan Sutiaji

POLITIKA MALANG – Melihat berbagai situasi kondisi Kota Malang dan reaktif masyarakat oleh adanya berita berita di medsos terkait berbagai permasalahan yang terjadi
, memantik inisiator 3G Ir Bambang Irianto gagas program diskusi ” Ngopi Bareng Sam Sutiaji”.

Program Ngopi Bareng Sam Sutiaji perdana ini difasilitasi Bambang Ir dirumah Prestasi Jalan Karya Timur Malang. Minggu (16/06/2019)

Sebelum Sutiaji Walikota Malang hadir, tuan rumah Bambang Ir lebih dulu berbincang bincang dengan tokoh warga Malang dari berbagai elemen masyarakat yang peduli Malang, Lurah Purwantoro, dan Babinsa koramil Blimbing.

Berangkat dari berbagai permasalahan yang terjadi dan berkembang di Kota Malang inilah, Bambang Ir berkordinasi dengan Walikota sehingga munculah gagasan budaya rembuk warga demi kota malang dengan ngopi bareng.

“Saya memang usul ngopi bareng bersama Sam Sutiaji menjadi budaya baru. Sebab, di era milenial, baik pembaca online atau grup WhatsApp seringkali tidak dapat mencerna dengan baik. Cenderung reaktif dan menghujat. Padahal, banyak hal yang bisa diselesaikan dengan cara tatap muka,” papar penerima penghargaan Kalpataru kategori Pembina Lingkungan ini.

Menurutnya, kalau ini dibiarkan terus menerus, akan saling mengecam karena tidak menguasai persoalan. ” Siapapun Walikotanya sama pasti dikecam terus menerus. Budaya ini harus diubah. Kita punya solusi, sampaikan. Walikota pun juga begitu. Jangan blusukan kalau hanya akan pilkada saja,” ujarnya mengkrtisi.

Dalam pertemuan di rumah presrasi ini banyak persoalan yang disampaikan orang nomor satu di Kota Malang itu. Seperti zonasi sekolah hingga jalan berlubang, banjir, kemacetan serta perombakan di OPD.

“Memang banyak yang harus dirombak,” kata Sutiaji. Seperti organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Pemkot Malang.

Baca Juga :   Search With respect to Computer Help

Dikatakan Orang nomor 1 Kota Malang ini, fungsinya banyak yang tumpang tindih. “Seperti ada dinas perdagangan, dinas koperasi dan dinas perindustrian. Misalkan harus mendatangi pameran di daerah lain. Berapa yang harus dikeluarkan tiga dinas itu. Costnya tinggi. Uang negara habis untuk itu. Padahal, UMKM yang dibawa hanya itu-itu saja,” ungkapnya.

Kebijakan untuk merombak OPD di Pemkot Malang, menurutnya, pasti menimbulkan dampak yang luar biasa. “Terutama kepada para aparatur sipil negara (ASN). Saya yakin akan menimbulkan sedikit ketidakpercayaan kepada pimpinannya.

Contoh, seperti pejabat yang harusnya dapat promosi, ternyata begitu ada penggabungan, tidak jadi promosi,” tegasnya.

Intinya ” saya ingin jika ada permasalahan menyangkut kota malang marilah kita rembuk bersama melalui wadah kumpul kumpul ngopi bareng sam Sutiaji di manapun tempatnya,” tambahnya.

Tak terasa ngobrol membongkar masalah dan mencari solusi selesai hingga pukul 01.30 wib.

“Trimakasih pak Bambang waktu dan tempat serta gagasan budaya baru dikota Malang ini, akan tetap dilakukan secara berkelanjutan demi kebaikan bersama Kota Malang yang kita cintai,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply