Bangjo Roboh, PDI Perjuangan Ingin Wujudkan “Koalisi Pelangi” di Pilkada Malang

PolitikaMalang – Koalisi ‘Bangjo’ (PDI Perjuangan – PKB) di Pilkada Kota Malang nampaknya sulit terealisasi. Koalisi yang diharapkan sinergi dengan Pilgub Jawa Timur ini terganjal dengan sikap petahana, H. Moch Anton yang dinilai tidak bisa menjaga komitmen untuk menuju ke arah tersebut.

Sekertaris DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Abd Hakim, mengatakan, jika pada awalnya terjadi sebuah komitmen bersama untuk mewujudkan koalisi Bangjo di Pilkada Malang 2018 mendatang.

“Pertama adalah masalah komitmen, dimana seorang politisi atau pemimpin itu harus bisa pegang komitmen dan etika dalam berpolitik,” kata Hakim

Ia menjelaskan, selama ini PDI Perjuangan telah berupaya semaksimal mungkin dalam membangun koalisi dan menjaga komitmen untuk terwujudnya koalisi Bangjo. Namun, karena pihak petahana tidak menunjukkan komitmen dengan baik, maka PDI Perjuangan mengambil sikap politik yang lain.

“Bangunan Bangjo sudah kita bangun, tapi karena tidak ada komitmen itu tadi maka bangunan itu bisa kita robohkan,” ujar Hakim.

Jika ditarik kebelakang, Anton memang kerap melakukan akrobat politik pada saat proses membangun koalisi Bangjo untuk Pilkada Malang 2018. Awalnya, PDI Perjuangan sudah sepakat jika koalisi Bangjo terealisasi, maka partai pemilik 11 kursi di DPRD itu akan menempatkan kader terbaiknya menjadi pasangan Anton di Pilkada. Ada beberapa nama yang sempat muncul kala itu termasuk nama Sri Rahayu, Sri Untari dan Abd Hakim sendiri.

Namun, berjalannya waktu mendadak Anton mengatakan agar calon dari PDI Perjuangan harus seizin dari para kiai serta ada kriteria tertentu seperti anak muda dan sebagainya. Permintaan Anton itu cukup memberatkan bagi PDI Perjuangan, sehingga koalisi Bangjo sempat deadlock. Mendekati proses pendaftaran pasangan calon itu, PDI Perjuangan terus menanyakan komitmen membentuk koalisi Bangjo kepada Anton namun belum ada jawaban kongkrit dari sang petahana.

Baca Juga :   How Might Web based Cellular phone Advanced online casino As well as Port Recreation Affect Our Life?

PDI Perjuangan Ingin Wujudkan “Koalisi Pelangi”

Salah satu upaya politik yang kini sedang dilakukan oleh PDI Perjuangan Kota Malang adalah membentuk kekuatan besar dengan mengumpulkan 6 partai masing-masing Golkar, Gerindra, Demokrat, Hanura, PAN, PPP dalam satu poros koalisi.

Hal ini menyusul situasi koalisi Bangjo yang sudah sulit untuk direalisasi, sehingga PDI Perjuangan memiliki peluang besar untuk mengkandaskan petahana di Pilkada Malang 2018 dengan membangun “perahu besar” koalisi.

Abd. Hakim menjelaskan, saat ini komunikasi dengan berbagai partai politik itu terus dijalankan oleh PDI Perjuangan. Bahkan, dalam waktu dekat, tujuh partai itu akan melakukan pertemuan bersama untuk menggalang kekuatan besar dalam Pilkada Malang 2018.

“PDI Perjuangan dan partai lain sedang menggalang koalisi besar. Koalisi 7 partai yang siap bertempur di Pilkada Malang,” ungkapnya.

Bahkan, salah satu Calon Wali Kota Malang dari poros Hanura – PAN – PPP yakni Ya’qud Ananda Gudban sudah melakukan penjajakan ke PDI Perjuangan untuk menuju ke koalisi resmi di Pilkada Malang 2018.

“Bu Nanda sudah melakukan penjajakan dengan PDI Perjuangan untuk membentuk koalisi dan beliau juga sudah sepakat membentuk koalisi besar,” tukasnya.

Hakim menambahkan, jika koalisi besar ini terbentuk, maka bukan tidak mungkin akan menumbangkan langkah petahana untuk mempertahankan kursi N1 di periode selanjutnya.

Leave a Reply