Beri Bantuan Sosial, 525 Ribu Keluarga Terima Sembako dari Pemkab Malang

PolitikaMalang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal memberikan sejumlah bahan pokok kepada 525 ribu Kepala Keluarga (KK) dari 760 ribu KK yang ada di Kabupaten Malang. Bantuan langsung diberikan Pemkab Malang dalam rangka mendukung terkait upaya percepatan penanggulangan bencana wabah virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Malang. Selain itu, Pemkab Malang melalui Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, M.M menyerahkan bantuan uang tunai Rp 1 juta kepada keluarga pasien Covid-19 asal Kecamatan Dau yang sudah dinyatakan sembuh dan diterima secara simbolis oleh Camat Dau, Eko Margianto.

Bantuan tersebut diserahkan setelah Bupati memimpin pelaksanaan Rapat Koordinasi (rakor) dengan tim Satgas Penanganan Covid-19 di Peringgitan Kabupaten Malang, Minggu (12/4) siang. Eko juga secara simbolis menerima penyerahan bantuan Bupati Malang kepada keluarga di Dau yang sudah sembuh dari Covid 19.

”Sebanyak 525 ribu KK dari 760 ribu KK yang ada di Kabupaten Malang atau 70 persen dari jumlah KK masing-masing akan mendapatkan bantuan plus sejumlah sembako berupa 10 kg dan 1 kg telur ayam. Jadi mulai minggu depan, tepatnya hari Rabu nanti, bantuan ini sudah mulai distribusikan. Sasarannya ke seluruh masyarakat Kabupaten Malang. Semua masyarakat akan diberikan,” terang Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati Malang saat diwawancarai awak media usai memimpin Rakor dan penyerahan bantuan secara simbolis, tadi.

Bupati lantas menegaskan, kalau ada warga atau KK yang kelewatan tidak mendapatkan bantuan tersebut, nanti pihak pemerintah desa/kelurahan bisa mengajukan dan tetap akan bakal diberi bantuan oleh Pemkab Malang. Beliau menyebut, besok pihaknya juga akan melanjutkan programnya dengan menggelar rakor terkait Village Physical Distancing agar dapat semakin ditingkatkan. Himbauannya, masyarakat desa itu tidak keluar desanya, kecuali yang berkepentingan dan darurat.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

”Sementara tiga hari ini kita infokan agar tidak keluar rumah. Setelah ini, kita terapkan selama sebulan agar tidak keluar desa. Kecuali yang berkepentingan dan darurat. Sedangkan, anggaran totalnya masih dihitung. Beras untuk bantuan ini didapat Pemkab dari beli langsung ke masyarakat, pemasok dan gapoktan. Distribusi akan dibantu TNI dan Polri sesuai by name by address yang terdata di Dinas Sosial Kabupaten Malang. Bantuan ini berlaku dan akan diterapkan selama satu bulan dulu, bisa jadi lanjut hingga tiga bulan ke depan,” jelasnya.

Abah Sanusi mengatakan, tujuan bantuan ini sekaligus untuk membatasi pergerakan masyarakat desa berinteraksi dengan yang lainnya. Harus digaris bawahi, kata Bupati, program ini bukan kepentingan pejabat, melainkan semua untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Malang. Namun bukan lantas, masyarakat meminta kompensasi secara berlebihan. Bahkan, diharapkan mampu memaklumi dampak adanya wabah Covid-19 ini kalau bisa malah membantu sesamanya.

”Jika Village Physical Distancing ini bisa berjalan, maka harapannya tidak ada lagi masyarakat Kabupaten Malang yang tertular Covid-19. Tiap perbatasan akan diadakan razia atau check point di masing-masing perbatasan. Kabupaten Malang tidak melakukan PSBB selama masyarakat Kabupaten Malang ini mentaati. Semua masyarakat Kabupaten Malang ketika keluar rumah harus atau wajib pakai masker. Di jalan jika ditemui ada masyarakat tidak memakai masker, maka akan disuruh pulang oleh Polri dan TNI. Masker bukan hal yang sulit, bahan kaos dan tisu untuk menutup hidung dan mulut,” pungkas Abah Sanusi. (humas/poy)

Leave a Reply