Bantuan Sosial Tak Merata jadi Sorotan Warga, Ini Solusi Nanda Gudban

PolitikaMalang – Salah satu keluhan masyarakat Kota Malang adalah terkait bantuan sosial yang dibagikan tidak tepat sasaran dan tidak merata kepada masyarakat kurang mampu.

Keluhan itu, disampaikan langsung oleh Bapak Taslim, Warga Jalan Mahoni, Kelurahan Janti, pada Jumat (26/1) malam dalam acara silaturahmi dan tatap muka antara Calon Wali Kota Malang, Dr. Ya’qud Ananda Gudban dengan warga setempat.

Taslim, dalam kesempatan tersebut mengatakan, jika selama ini bantuan sosial kurang merata, khususnya di lokasi ia tinggal. Bantuan sosial, kata dia justru tidak tepat sasaran dan sering disalurkan pada mereka yang tergolong mampu.

Menjawab itu, Dr. Ya’qud Ananda Gudban, menjelaskan, jika keluhan serupa sebenarnya terjadi hampir di semua kelurahan yang ada di Kota Malang. Permasalahannya cukup mendasar. Peran RT dan RW tidak dimaksimalkan oleh pemerintah dalam upaya melakukan pendataan, sehingga data warga rancu dan kerap salah sasaran.

“Saya banyak mendapat keluhan masyarakat hampir di semua daerah terkait hal ini. Ini dikarenakan pihak RT dan RW tidak pernah diajak melakukan pendataan. Padahal RT dan RW ini tahu siapa-siapa saja warganya yang kurang mampu,” kata Nanda Gudban.

Dijelaskan, selama ini bantuan sosial kerap dibagikan tidak berbasis data base, sehingga hal ini perlu dilakukan perubahan. Tujuannya, agar bantuan bisa merata dan tepat sasaran. “Hal-hal seperti ini perlu mendapatkan perhatian dan harus diubah modelnya. Kasihan warga yang benar-benar mampu malah tidak mendapatkan bantuan sama sekali,” tegas Nanda.

Karena itu, sesuai dengan jargon yang dibawa yakni, Ayo Noto Malang pasangan Nanda – Wanedi, akan mengajak masyarakat untuk bersama membangun Kota Malang. Sebab, Malang tidak bisa dibangun hanya berdasarkan satu atau dua orang saja, melainkan harus melibatkan peran aktif seluruh masyarakat.

Baca Juga :   Dominate Via the internet The state of texas hold'em Research tutorial Review

“Peran RT dan RW dalam hal pendataan masyarakat kurang mampu itu asalah bagian dari upaya bersama Noto Malang,” tandasnya.

Selain permasalahan bantuan sosial, beberapa guri Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga menyampaikan keluh kesah perihal gaji mereka yang masih di bawah standar dan berharap kepada pasangan MeNaWan jika nanti dipercaya masyarakat menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang periode mendatang.

“Saya sudah lama memikirkan soal gaji dan tunjangan guru PAUD, dan itu masuk dalam program visi misi pasangan MeNaWan,” pungkas Nanda Gudban.

Leave a Reply