Beberapa Warga Kota Malang Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Ini Penyebabnya

PolitikaMalang – Atmosfer Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Kota Malang tahun 2018 mendatang ternyata tidak bisa dirasakan beberapa warga Kota Malang yang tinggal di perbatasan.

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji membeberkan, di wilayah Kalisongo dan Tlogomas, pada proses demokrasi mendatang, terpaksa tidak bisa memilih. Di karenakan, menurut Sutiaji, masyarakat daerah Kalisongo dan Tlogomas tidak pernah terdaftar di KPU Kota Malang. Penyebabnya adalah, karena polemik apakah wilayah itu masuk daerah Kota Batu, Kota Malang atau Kabupaten Malang.

“Terkait masalah domisili, warga di dua kawasan itu,” kata Sutiaji (20/11).

Ia juga menjelaskan, ada beberapa warga yang mengadu, bahwa mereka ingin memilih namun tidak bisa memilih, sehingga ini merupakan tugas baru dari PPK. “Perumahan Bukit Cemara Tujuh itu kan daerah Tlogomas, tapi tidak terdata dari Kecamatan Dau. Ada beberapa RT yang ikut Kota dan beberapa ikut Kabupaten,” imbuh Sutiaji.

Komisioner KPU Kota Malang, Ashari Husein mengatakan bahwa, nanti, pada bulan Januari akan diadakan Proses Pemutakhiran Data Penduduk (PPDP). “Nanti kita akan mengetahui yang bersangkutan daerah tempat tinggalnya itu, status kependudukannya itu ikut Kota atau Kabupaten,” ujar Ashari.

Sesuai dengan acuan data kependudukan di KPU nantinya, data kependudukan yang mengikuti di Kota Malang, nantinya akan menjadi pemilih di Kota Malang. Sejauh ini, Ashari mengaku belum ada yang mengajukan data kependudukan ke KPU.

“Jadi PPDP itukan per wilayah RT dan RW, sehingga kependudukan yang terdata di RT RW itu nantinya akan jadi pemilih di Kota Malang,” imbuh Ashari.

Baca Juga :   Kondisi Jalan Desa Memprihatinkan, Paslon LADUB Siapkan "Sade Jamu"

Leave a Reply