Begini Cara Polinema  Tingkatkan kualitas Akreditasi A

PolitikaMalang – Guna menggenjot upaya peningkatan kualitas dan kuantitasnya, Perguruan tinggi yang telah terakreditasi A, Politeknik Negeri Malang terus mengembangkan sayapnya.

Salah satunya, dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan, di ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Polinema, Rabu (27/2/2018) siang.

Direktur Polinema Drs Awan Setiawan, MM mengatakan, ada banyak kerjasama yang dilakukan oleh Polinema untuk meningkatkan kualitas akreditasi A yang telah dicapai. Salah satunya dengan meningkatkan kerjasama di semua bidang dengan beberapa pihak, baik melalui alumni, kerjasama eksternal coorporate, pemerintahan, dan banyak lainnya.

“Kami telah melakukan banyak kerjasama dengan berbagai pihak. Terakhir, kami bekerjasama dengan Pemkot Kediri untuk program kelas jauh Polinema di Kediri.

Sekarang Wakil Walikota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo yang merupakan alumni teknik mesin Poltek UB (sebelum berubah menjadi Polinema, red), juga menjalin kerjasama dengan Polinema. Bahkan kami juga diminta mendampingi Gubernur Jatim dalam program kerja 99 harinya. Ini menunjukkan bahwa Polinema telah dipercaya berbagai pihak,” ungkap Awan.

Senada, Wakil Direktur IV, Dr Luchis Rubianto, LRSC, MMT, menjelaskan secara rinci kerjasama dengan Pemkot Pasuruan, di bidang pengembangan ilmu pendidikan, pengembangan usaha, dan pengembangan potensi wilayah.

“Bentuknya bisa pendampingan, pengembangan bidang usaha, cara marketing produk-produk dari masyarakat yang akan dibantu oleh Polinema. Serta pengembangan potensi wilayah Pasuruan, yang didominasi industri meubel dan industri logam. Tim kami sudah melakukan kunjungan ke sana, khususnya terkait kewirausahaan,” jelas Luchis.

Di bidang pendidikan, selain ada karyawan yang berkuliah di Polinema, lanjut Luchis, harapannya nanti Polinema juga berdiri di Pasuruan. Target PSDKU (Program Studi Diluar Kampus Utama) ini masih dalam pembahasan. “Pak Dirut sangat antusias dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga :   The Surface Associated with Making a request Exist Physical activities Probabilities Any time Introducing Your Rugger Promise Online

Tidak hanya untuk staf saja, tetapi juga untuk masyarakat Pasuruan. Kebetulan pak Teno hadir sebagai narasumber kuliah tamu, jadi sekalian MoU. Karena ada banyak hal yang akan kita kerjasamakan secepatnya,” lanjut Luchis.

Dalam kerjasama tersebut, Polinema menawarkan program teknologi kelas kemitraan, dan kelas pendampingan wirausahawan di Pasuruan. “Kita cari celah untuk memperbaiki kualitas produksi, baik dari segi produksi maupun pemasaran.

“Di Polinema ada jurusan administrasi bisnis, akan kita jadikan ujung tombak pendampingan kepada masyarakat. Dengan branding citra dari masyarakat Pasuruan, kita targetkan mampu menembus pasar ekspor. Pasalnya, banyak masyarakat di luar sana yang sangat suka dengan produk tradisional,” tandas Luchis.

Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo mengatakan, upaya ini untuk meningkatkan potensi dan kesejahteraan masyarakat Pasuruan.

Diakuinya, sebagai kota industri mebel dan logam, branding kurang kuat. “Memang ini tidak dibranding oleh masyarakat di Pasuruan. Jadi kami ingin mengembangkan industri kreatif Kota Pasuruan. Jadi kami akan bersimbiosis saling membantu dengan Polinema,” terang Teno.

Teno mengungkapkan, mobil Esemka yang tenar di Solo, sebenarnya berawal di Kota Pasuruan. Hanya saja, Pemkot kurang perhatian, sehingga berpindah ke Solo.

“Mobil Esemka itu sebenarnya yang memulai pertama adalah kota Pasuruan. Hanya saja tidak ada yang mewadahi, akhirnya diambil Solo dan dijadikan sebagai mobil nasional. Jadi kita tidak ingin seperti itu lagi, insyaallah kami akan berbenah,” tutup Wakil Walikota milenial ini. (*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply