Blusukan ke Purwantoro, Anton Tengok Kondisi Keluarga Penerima Program Bedah Rumah

Politika Malang – Agenda blusukan bukan menjadi hal yang baru, bagi Abah Anton sapaan akrab Mochamad Anton. Bahkan blusukan ke kampung – kampung di Kota Malang sudah menjadi giat wajib yang tak bisa dipisahkan dari Suami Dewi Farida Suryani, yang dilakukan tiap dua pekan sekali saat menjabat Walikota Malang. Ini dilakukan untuk melihat dan bersilaturahmi langsung dengan masyarakat dan melihat progres pembangunan infrastruktur, dan lingkungan di masing-masing wilayah.

Maka tak mengherankan jika, saat tahapan kampanye Pemilihan Wali Kota Malang 2018 – 2023, Abah Anton bersama wakilnya Syamsul Mahmud rutin melakukan blusukan. Menurut Pria berlatar belakang pengusaha itu, dirinya berharap dengan kedatangannya, paling tidak bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada di antara warga Kota Malang.

“Kalau pemerintah tidak dekat dengan rakyatnya, bagaimana bisa memperbaiki kesejahteraan rakyatnya,” ungkap Anton.

Blusukan ini juga menjadi upaya dia untuk mengetahui program yang sudah berjalan maupun belum. Dalam blusukannya kala menjabat Walikota Malang, Abah Anton kerap mendatangi beberapa warga yang tidak mampu. Dia pun langsung mengidentifikasi dan melihat rumah tidak layak huni milik warga dan memasukkannya ke program bedah rumah yang telah ia lakukan. Program bedah rumah ini cukup istimewa, karena tidak menggunakan dana dari APBD melainkan dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

“Sudah ratusan rumah kita bedah, karena setiap dua minggu sekali ada 4-6 rumah warga kita bedah rumah dengan dana CSR,” beber Abah Anton saat blusukkan dan mengujungi beberapa rumah warga tidak mampu di kawasan Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing yang pernah ia bedah, Rabu (7/3/2018) siang.

Banyak masyarakat yang menilai positif program bedah rumah  yang dilakukan Pemerintah Kota Malang di bawah kepemimpinannya. Alasannya, karena masyarakat Kota Malang masih sangat membutuhkan bantuan perbaikan rumah.‎ Sebab, banyak rumah warga yang dinilai belum layak huni. Jika hanya menggunakan dana APBD jelasnya, maka masalah-masalah yang ada di masyarakat tidak dapat terselesaikan. Sebab, dana yang tersedia dikatakan sangat terbatas.

Baca Juga :   Musrenbang Klojen, Tangani Pandemi Guna Pemulihan Ekonomi

“Makanya, saya berharap agar perusahaan-perusahaan dapat memberikan dana CSR  untuk membantu masyarakat Kota Malang. Khususnya melalui program bedah rumah,”ujar Anton.

Kisah sukses Abah Anton dengan program bedah rumah menggunakan alokasi dana CSR (Corporate Social Responsibility) juga mendapatkan atensi dan respon positif dari Kepala – Kepala daerah se Indonesia dalam Seminar Nasional bertajuk “Memperkuat Otonomi Daerah: Membangun Indonesia dari Daerah” yang diselenggaran Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Aula Gedung LAN, Jakarta, pada medio April 2016 lalu.

Tercatat, sejak kepemimpinan Abah Anton pada September 2013 hingga awal tahun 2018, sudah ratusan unit rumah tidak layak huni dibedah dengan anggaran dari CSR yang disediakan sejumlah pengusaha di Kota Malang. Program menjadi konsen yang akan terus dilakukan guna mencapai target Kota Malang Bebas Kumuh tahun 2019.

Dalam agenda Kampanyenya di hari ke 22, pasangan calon (paslon) ASIK juga melakukan blusukan ke beberapa wilayah di Kecamatan Blimbing, antara lain Pasar Irama di Jalan Karya Timur, meresmikan Posko Rumah ASIK di Kampung Pandean, serta mengujungi ke kediaman, KH. Ubaidilla Fadil di bilangan Jalan Ciujing, Blimbing. Pada kesempatan itu, KH Ubaidilla Fadil berharap Abah Anton dan Syamsul Mahmud bisa kembali terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang periode 2018 – 2023.

“Saya berpesan agar keduanya bisa pemimpin yang amanah, dan menjadikan Kota Malang, menjadi Baldatun Toyibatun Warobun Ghofur,” kata dia.

Leave a Reply