Blusukan Sejak Awal Menjabat, Anton: Pembangunan Bottom Up Kunci Keberhasilan

Kota Malang – Kemajuan dan kesuksesan sebuah daerah tak lepas dari karakter dan leadership kepala daerah dalam memimpin sebuah pemerintahan. Di balik segudang prestasi yang diukir Kota Malang dalam lima tahun terakhir, tak lepas dari sosok kepemimpinan Walikota Malang Non Aktif, Mochammad Anton.

Berbagai terobosan dan inovasi, serta cara yang terbilang unik dilakukan Abah Anton sapaan akrabnya, dalam memajukan Bhumi Arema. Salah satu contoh cara yang terbilang unik adalah melakukan follow up terhadap ide dan gagasan dari masyarakat untuk dijadikan program.

Cara itu terbilang sangat unik, sebab di berbagai daerah banyak pemimpin berparadigma top down atau program dari pemerintah dijalankan di masyarakat. Sebaliknya, Abah Anton, memilih model bottom up.

“Disamping program dari pemerintah, Ketika program itu datang dari masyarakat, maka mereka akan menjaganya dan melakukan dengan serius,” kata Abah Anton dalam blusukannya ke wilayah Kelurahan Mergosono, Kota Malang, Rabu (21/2/2018).

Abah Anton yang maju kembali Pemilihan Wali Kota Malang untuk periode 2018-2023 berpasangan dengan Syamsul Mahmud itu terus berkomitmen untuk mendorong terbentuknya Kampung- Kampung Tematik hingga mengarah pada Smart Kampung. Hal ini kata dia merupakan salah satu cara mengakomodir ide dari masyarakat agar bersama pemerintah memajukan daerahnya.

“Kita fasilitasi apa yang diinginkan publik, program seperti itu lebih efektif,” imbuhnya

Efek dari program yang bersifat bottom up atau berasal dari warga itu juga berdampak pada pola perilaku dan mindset masyarakat. Misalnya saja pada Kampung Jodipan hingga Embong Brantas, saat ini warga di kawasan itu yang awalnya membuang sampah sembarangan di bantaran sungai, kini sudah tidak melakukan lagi.

Bahkan mereka menjaga dengan baik kebersihan kawasan itu karena saat ini menjadi tujuan wisata, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dia mengacungi jempol kepada masyarakat yang sudah berkreasi dan memiliki inovasi usaha. Kreativitas masyarakat ini semakin membuat Anton yakin Kota Malang bisa menjadi kota kreatif.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

“Kemandirian masyarakat sudah sangat baik. Pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberikan fasilitas serta kemudahan bagi masyarakat,” lanjutnya

Di hari keenam tahapan Kampanye Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Malang 2018, gaya blusukan terus dilakukan paslon ASIK (Anton-Syamsul Idola Kita).
Beberapa wilayah di Kecamatan Kedungkandang dikunjungi pemilik jargon MALANG APIK (Agamis, Progresif, Insklusif dan Kreatif) ini. Diawali mengujungi, wilayah Kelurahan Mergosono, Anton dan Syamsul Mahmud juga menyambangi Pasar Kota Lama, guna bersilaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat. Selain itu keduanya juga melakukan blusukan ke wilayah Arjowinangun.

Gaya blusukan bukan hal baru bagi Abah Anton. Suami Dewi Farida Suryani itu sendiri sudah melakukan blusukan sejak pertama dilantik menjadi Walikota Malang di periode sebelumnya (2013-2018) lalu.

“Kalau pemerintah tidak dekat dengan rakyatnya, bagaimana bisa memperbaiki kesejahteraan rakyatnya,” ungkap Anton.

Blusukan ini juga menjadi upaya dia untuk mengetahui program yang sudah berjalan maupun belum di masyarakat.

“Dari acara blusukan kampung ini diharapkan banyak masukan-masukan dari masyarakat, para tokoh masyarakat setempat. Dengan demikian, suatu daerah akan lebih maju dan berkembang. Jadi semua bisa teratasi dengan cepat,” tukasnya.

Leave a Reply