BPJS Bersama RSIA Melati Diagnostik Buka Papsmear Gratis

PolitikaMalang – Kanker serviks atau kanker mulut rahim masih menjadi momok bagi kaum Hawa.

Melihat kondisi banyaknya kaum hawa yang meninggal akibat keganasan Kanker Mulut Rahim atau Kanker Serviks, Melati Husada atau RSIA Diagnostik Jagung Suprato bekerja sama dengan BPJS kesehatan Malang untuk jemput bola memberikan pelayanan pemerikasaan dini Kanker Serviks melalui Papsmear Gratis bagi peserta BPJS.

Menurut Asri Anggun Lestari ,SH.MMRS, GM Melati Diagnostik Jagung Suprapto Malang, tes ini diperuntukkan bagi orang yang sudah menikah atau sudah berhubungan intim. Namun sayangnya, banyak orang malas melakukan tes ini, mengapa?

“Pap smear adalah tes skrining (screening test) untuk kanker serviks atau kanker mulut rahim. Sel yang didapatkan dari usapan serviks atau mulut rahim pada pemeriksaan pap smear kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Setiap wanita yang sudah berhubungan seksual wajib melakukan pemeriksaan pap smear. Tujuannya untuk melihat perkembangan di sel-sel serviks,”ujar wanita yang akrab di panggil Ayik ini.

Meski Budaya timur di Indonesia tidak sebebas pergaulan di negara barat yang membebaskan hubungan seksual pranikah. Namun, secara sembunyi-sembunyi, tak sedikit juga perempuan di Indonesia yang sudah melakukan hubungan intim sebelum menikah bahkan di usia remaja.

Barangkali, mereka yang sudah berhubungan intim tetapi belum menikah khawatir melakukan tes pap smear atau IVA karena takut dicap bukan perempuan baik-baik.

“Papsmear itu penting sekali namun masih menjadi momok di kalangan para wanita, salah satunya adalah masalah tindakannya. Walaupun tindakan tersebut tidak terlalu nyeri, namun tetap membuat rasa tidak nyaman,” kata Asri kepada PolitikaMalang.

Untuk jemput bola kita bekerja sama dengan penggiat kesehatan atau orang yang peduli kesehatan wanita dan punya komunitas sehingga bisa dilakukan secara kolektif, seperti yang telah dilakukan Hartatik, SE warga kecamatan Blimbing Komunitas Peduli Malang Raya, rela mengumpulkan ibu ibu untuk pemeriksaan Papsmear gratis kerjasama BPJS dengan Klinik Melati Diagnostik.

Baca Juga :   Walikota Malang: Sampaikan Aspirasi Dengan Cara Yang Baik

“Kemarin itu di jl Sebuku , ada 58 orang yang sudah di Papsmear. Gampang gampang susah memberi pengertian kepada ibu ibu alasannya malu,”ujar wanita berhijab Agen Marketing Property ini.

Hartatik menambahkan orang malas melakukan tes, karena masalah ruang pribadi. Pemeriksaan tersebut harus memerlihatkan daerah intim kepada petugas kesehatan. Maka tidak semua wanita mau melakukannya, bahkan saat diperiksa oleh tenaga kesehatan wanita sekalipun,”tambahnya.

Sementara itu, Ika Putri tim medis Klinik Bunga Melati menjelaskan bahwa saat melakukan pap smear, tenaga medis harus menanyakan apakah perempuan tersebut “sudah pernah berhubungan intim” atau belum. Hal itu mau tidak mau ditanyakan. Bukan sudah menikah atau belum. Sebab tes ini bukan dilakukan pada perempuan yang masih perawan.

Tes pap smear atau IVA itu penting, sebab jika memang terkena bibit kanker, maka masih bisa disembuhkan 100 persen. Tes pap smear atau IVA dilakukan satu tahun setelah berhubungan intim.

“Hitungannya mulai dari hubungan pertama. Bibit kanker berkembang 3-17 tahun. Jadi kalau baru “bibit kanker” justru lebih gampang disembuhkan,” ungkapnya.

Informasi terakhir
klinik Melati sudah melakukan pemeriksaan kepada 500 ibu ibu yang peduli dengan kesehatan terutama pada organ kewanitaannya dan targetnya 1500 orang,”pungkas GM Griya Melati Diagnostik Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 23 Malang dan Jl. Meyjend Panjaitan No. 247 kav 1 Malang itu.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu.

Leave a Reply