Bupati Malang Buka Senam Santri di Kanjuruhan

PolitikaMalang – Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM didampingi istri, Hj. Anis Zaida yang sekaligus menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Malang membuka acara Gebyar Senam Santri dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019, di halaman luar Stadion Kanjuruhan, Kota Kepanjen, Senin (21/10) pagi. Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, Pak Sanusi, sapaan akrab Bupati, berharap kegiatan Gebyar Senam Santri bertajuk ‘Diriku Santri’ ini dapat berguna bagi proses pengembangan pendidikan anak didik seluruhnya. Ribuan guru dari IGTKM se Kabupaten Malang ikut ambil bagian dalam Gebyar Senam Santri.

Harapan tersebut secara khusus diapungkan Bupati Malang kepada seluruh para santri di wilayah Kabupaten Malang. Dengan demikian, kata beliau, kelak tercetak generasi penerus yang dapat diandalkan di masa mendatang. Karena itu, Pak Sanusi pun menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan semua pihak yang telah berperan aktif, sehingga kegiatan pada pagi tadi dapat terlaksana secara meriah dan semarak.

‘’Telah diketahui bersama kesehatan adalah hak setiap individu, dan sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi kita semua. Selama ini, tanggung jawab pemenuhan kebutuhan kesehatan bagi masyarakat terus diupayakan oleh Pemerintah dari Pusat hingga Daerah. Berbagai program telah dicanangkan, fasilitas kesehatan pun senantiasa ditingkatkan dari waktu ke waktu. Tetapi untuk mewujudkan kesehatan bagi seluruh masyarakat, juga merupakan kewajiban dari setiap individu,” terang Pak Sanusi, mengawali sambutannya.

Melalui kegiatan Gebyar Senam Santri ini, Bupati Malang berharap dapat memberikan manfaat strategis diantaranya, kegiatan seperti ini merupakan salah satu wahana pendidikan dan olah kreativitas bagi para santri Kabupaten Malang. Pasalnya, dengan kegiatan ini akan mampu membantu perkembangan minat dan bakat, meningkatkan rasa percaya diri. Gebyar Senam Santri dijadikan ajang untuk semakin menggelorakan semangat para Kyai, Ulama, Ustadz dan Ustadzah, serta para santri di Kabupaten Malang, agar men-dharmabakti-kan hidupnya bagi perkembangan agama Islam, dan mengambil peran terbaik dalam proses pembangunan daerah, mewujudkan Kabupaten Malang yang lebih gemilang.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

‘’Selain itu, diharapkan pula penanaman akidah, moral dan akhlakul karimah bagi umat, dapat semakin digiatkan, karena sebagai bangsa yang sejak dahulu dikenal sebagai bangsa yang ramah dan luhur budinya, hal ini tentunya merupakan sebuah hal yang mutlak harus dilestarikan, sehingga jati diri bangsa tidak akan luntur meski diterpa berbagai tantangan zaman yang memang tidak mudah untuk dihadapi,” terang Bupati Malang yang berkesempatan me-launching senam santri dengan ditandai penyerahan CD dari Ketua Yayasan Pendidikan Ma’arif (YPM) Kabupaten Malang dan membuka Ekspo HSN ditandai pelepasan balon.

Dalam kesempatan ini, Pak Sanusi juga menyampaikan beberapa program Pemkab Malang. Semisal, untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam rangka smart health, Pemkab Malang sudah bekerja dengan perguruan tinggi negeri di Malang, Inggris dan Australia untuk mewujudkan keluarga yang smart health. Sementara di tahun 2020 nanti, Pemkab akan gratiskan pendidikan agar kualitas pendidikan meningkat, dan gratiskan pelayanan kesehatan Kelas 3 untuk biaya kesehatan bagi masyarakat tidak mampu. Tak ketinggalan, Pemkab juga jalankan program Aspirasi Kepala Desa (Askepsi) dengan siapkan dana pembangunan nyata selain ADD dan DD bagi desa dan kelurahan.

Dijelaskan Bupati, Pemkab terus berkomunikasi baik dengan pemerintah baik provinsi dan pusat dengan siap mendukung program pembangunan di Kabupaten Malang. Khusus untuk masalah kekurangan air sudah ditangani dengan bantuan air bersih ke lokasi kekurangan air bersih. Sudah disiapkan 10 tangki yang keliling ke seluruh wilayah Kabupaten Malang per harinya. Pemkab juga mendapatkan bantuan sumur bor air tanah dari pusat melalui Kementerian ESDM sebanyak 16 sumur dan sudah jadi delapan unit sumur. Pemkab pun bersikap terbuka dengan menerima laporan pengaduan dari warga bisa disampaikan kepala desa dan camat. Termasuk jika menemukan ada masyarakat kekurangan air bersih dan tidak mampu tinggal di rumah tidak layak huni.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

‘’Kabupaten Malang ini banyak pesantren dan santri. Bupati Malang-nya sudah santri. Harapkan para santri ini berperan aktif mengisi kemerdekaan dan pembangunan. Santri harus bergerak mendukung pembangunan di Kabupaten Malang. Banyak santri di masing-masing itu bisa sudah berkolaborasi dengan aneka macam kegiatan. Tercatat banyak santri yang masuk dan berperan dalam kepengurusan di KUD, Pusat Petani Tebu Rakyat Malang Selatan. Selain focus juga fokus dalam kegiatan pendidikan di pondok pesantren juga punya akses ke pengelola ruko dan mall. Semua lini kehidupan masyarakat banyak,” pungkas Bupati Malang. 

Leave a Reply