Calon Guru FKIP UMM Magang Di Thailand

PolitikaMalang – Wujudkan sistem pembelajaran modern, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus membangun kerjasama internasional untuk mewujudkan cita-cita sebagai world class university.

Sabtu (21/7),Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM melepaskan 52 mahasiswa dari lima program studi yang ada di fakultas tersebut yaitu, Pendidikan Biologi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Civic Hukum) untuk merasakan pengalaman internasional ke Thailand.

Koordinator Program Magang FKIP Nur Widodo, mengatakan, jika sebelumnya hanya dikhususkan untuk program magang internasional, saat ini mahasiswa-mahasiswa tersebut juga akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Program ini menjadi langkah FKIP UMM untuk memperluas peluang mahasiswanya untuk memperoleh wawasan global. Program ini sebenarnya adalah cara kami FKIP untuk memberikan pengalaman internasional student movement sangat kuat,” jelasnya.

Lanjut Nur Widodo, mahasiswa ini akan disebar di beberapa wilayah di antaranya Bangkok, Satun, Songkhla, dan Krabi mulai Senin besok (23/7)mengambil tema “Memperkuat Rekognisi Internasional dan Mengantisipasi Persaingan Global, di Thailand”

“Saat ini masih di satu negara, Thailand. Tapi kita sudah memiliki rencana untuk mengembangkan ke beberapa negara lainnya,” terang Nur Widodo.

Tak hanya melepas mahasiswa untuk melakukan proyek sosial selama satu bulan, pada agenda ini juga hadir sepuluh mahasiswa asing yang tergabung dalam Dream School Project AIESEC UMM. Mahasiswa-mahasiswa tersebut akan melaksanakan program mengajar di beberapa sekolah mitra FKIP di Indonesia.

Menurut Nur Widodo, keberangkatan mahasiswa UMM ke luar negeri dan kehadiran mahasiswa asing ke UMM merupakan nilai penting bagi FKIP UMM untuk secara mandiri menginternasionalisasikan diri.

“Adanya pertukaran mahasiswa UMM ke luar negeri dan mahasiswa asing ke UMM lewat AIESEC adalah bentuk aktualisasi diri kami (red. FKIP) untuk go internasional,” papar dosen Pendidikan Biologi tersebut.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

Bekerja sama dengan FKIP UMM, AIESEC UMM turut mendukung program pengabdian internasional yang dicetuskan oleh fakultas tersebut. Salah satu mahasiswa asing Taegyun Lim yang merupakan mahasiswa yang tergabung pada Dream School Project mengaku, keputusannya datang ke Indonesia dan memilih AIESEC UMM untuk menjalanan proyek sosial karena ia ingin dapat mengaplikasikan ilmunya sebagai guru bahasa Inggris ke masyarakat lokal, utamanya di Malang Raya.

“Saya memilih proyek di AIESEC UMM karena saya ingin mengajarkan bahasa Inggris dan Korea ke orang-orang lokal di Malang,” terang mahasiswa asal Korea Selatan ini.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu.

Leave a Reply