Calon Independen di Pilkada Kota Malang Sepi Peminat?

PolitikaMalang – Geliat jelang Pilkada Kota Malang masih landai meskipun pendaftaran calon hanya tinggal hitungan hari dan bulan. Untuk pendaftaran calon dari partai politik, dimulai pada awal Januari tahun 2018 mendatang, sedangkan penyerahan berkas untuk calon perseorangan (independen) sudah dibuka pada tanggal 25 November sampai dengan 29 November.

Calon perseorangan di Pilkada Kota Malang cukup menarik perhatian. Pasalnya, geliat beberapa tokoh yang ingin bertempur di ajanh Pilkada Kota Malang melalui jalur itu terbilang cukup landai.

Jika dibandingkan dengan Pilkada 2013 lalu, pesta demokrasi warga Kota Malang itu sempat diramaikan oleh dua kandidat calon independen masing-masing Dwi Cahyono – Muhammad Nur Udin dan Mujais – Yunar Mulya. Meski suara dua paaangan calon itu tidak begitu signifikan, namun kehadirannya mewarnai proses demokrasi Kota Malang.

Menarik sedikit ke belakang, geliat akan adanya calon independen justru datang dari calon petahana, H. Moch Anton. Pria yang kini menduduki jabatan Wali Kota Malang itu, sempat dikabarkan akan maju lewat jalur perseorangan. Bahkan, penggalangan KTP untuk Abah Anton sempat meramaikan peta politik Kota Malang.

Fenomena lain untuk calon perseorangan, hadir manakala beberapa warga mengajukan sosok Ketua DPC Perindo Kota Malang Laily Fitria Liza Min Nelly dan Rektor Universitas Brawijaya, M. Bisri untuk maju jalur tersebut. Penggalangan dukungan KTP sudah dijalankan oleh pihak yang mengaku simpatisan dari dua sosok tersebut.

Terakhir, bursa calon independen ramai saat beberapa warga mulai menanyakan persyaratan ke KPU Kota Malang untuk mengusung politisi gaek, M. Geng Wahyudi untuk maju dalam pertarungan pilkada. Namun, kabar itu hingga kini belum ada tidak lanjutnya.

Syarat Maju dari Jalur Independen

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Zainuddin, menerangkan syarat agar pasangan calon bisa maju melalui jalur independen adalah mengumpulkan dukungan sebanyak 45.884 orang dan sebarannya minimal harus 50 persen wilayah setempat.

Dijelaskan, untuk Kota Malang memiliki 5 kecamatan, maka sebaran suaranya harus merata di 3 kecamatan. Dukungan sebanyak 45.884 itu mengacu kepada angka dukungan minimal 7,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kota Malang di Pemilihan Presiden 2014 lalu dengan jumlah sebanyak 611.246 pemilih.

Sesuai dengan aturan perundangan, daerah yang memiliki penduduk di atas 500 ribu jiwa, maka jumlah dukungan minimal untuk calon independen sebesar 7,5 persen. “Penyerahan dukungan dilakukan pada 25 – 29 November,” kata Zainuddin.

Usai melakukan penyerahan dukungan sesuai dengan syarat tadi, maka KPU Kota Malang akan melakukan verifikasi lapangan serta melihat sebaran dukungan yang diserahkan oleh Bacalon independen. Jika syarat minimal dukungan 7,5 persen dan dukungan harus menyebar di tiga kecamatan, maka minimal sebaran dukungan tiap kecamatan adalah 2,5 persen.

“Dukungan itu tidak bisa menyatu di satu atau dua kecamatan saja, tapi harus menyebar di tiga kecamatan dengan prosentase dukungan masing-masing kecamatan 2,5 persen,” tukasnya.

Leave a Reply