Cegah Banjir, Pemkot Malang Luncurkan Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen

PolitikaMalang – Jumat (27/12), Walikota Malang, H. Sutiaji dengan didampingi oleh Wakil Walikota Malang dan Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kota Malang dan Wakil Ketua I TP PKK Kota Malang beserta seluruh ASN di lingkungan Pemkot Malang telah meluncurkan program Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS). Acara tersebut digelar di Jalan Panggung dengan pelaksanaan apel pagi terlebih dahulu lalu dilanjutkan kerja bakti bersama.

GASS yang diikuti oleh ribuan orang ini tak hanya melibatkan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Malang dan warga saja. Anggota TNI, warga perguruan tinggi, hingga kalangan perbankan juga ikut serta membersihkan drainase dari sampah dan sedimen.

5 titik lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan kerja bakti adalah di wilayah jalan Panggung, Taman Gayam, Jalan Raya Langsep, Jalan S. Parman dan Jembatan Pasar Gadang.

Menurut Sutiaji, gerakan ini merupakan wujud kepedulian kita pada lingkungan, khususnya dalam rangka membentuk kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. “Karena selama ini di sungai maupun di gorong-gorong seringkali kita temukan tumpukan sampah yang menghambat aliran air” ujarnya.

Sampah dan sedimen yang ada di aliran sungai, lanjutnya harus kita angkat agar normalisasi sungai dapat dilakukan; mengingat saat ini curah hujan semakin tinggi jadi kemungkinan untuk terjadi banjir juga besar.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Sutiaji juga menyampaikan bahwa terhitung mulai hari ini, ia melarang penggunaan air mineral berkemasan di seluruh instansi yang ada di Kota Malang.

“Kami akan memulainya di lingkungan Pemkot Malang, jika sampai ada yg masih menggunakan air mineral berkemasan maka akan diberi sanksi; kita harus mulai membiasakan diri menggunakan tumbler” tandasnya.

Leave a Reply