Choeroel Anwar: Tren Pembangunan Positif, Namun Lemah di Komunikasi

PolitikaMalang - Pasang surut empat tahun Pemerintah Kota Malang di bawah komando Wali Kota Malang H. Moch Anton dan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji mendapat banyak respon dari berbagai kalangan.

Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Golkar, Choeroel Anwar, mengatakan, jika selama ini kepemimpinan Anton-Sutiaji sudah berhasil membentuk karakter kota yang positif melalui berbagai pembangunan, salah satunya yakni renovasi taman yang ada.

“Menurut saya selama empat tahun ini Abah Anton (red: Wali Kota Malang) telah berhasil membentuk karakter kota dan itu tidak bisa dipungkiri sebagai sisi positif yang harus diapresiasi,” kata Choeroel Anwar.

Namun dari berbagai prestasi yang berhasil ditorehkan, menurut Choeorel ada sejumlah permasalahan yang hingga saat ini masih saja menggantung, seperti kejelasan Peraturan Wali Kota Malang No 35 Tahun 2013 tentang jalur satu arah di Lingkar Universitas Brawijaya Malang. Hingga saat ini aturan jalur ‘one way’ itu belum dicabut oleh pemerintah namun, dalam realisasi jalur itu berjalan dua arah.

“Ada juga masalah renovasi pasar tradisional yang hingga saat ini masih jadi polemik. Saya kira permasalahan mendasarnya adalah lemahnya komunikasi yang dibangun pemerintah kepada rakyat sehingga menyebabkan banyak masalah belum terselesaikan,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang itu menuturkan, fungsi komunikasi yang baik tak lain merupakan bagian dari sosialisasi kepada masyarakat. Jika hal itu tidak dimaksimalkan, maka program pemerintah besar kemungkinan akan tidak berjalan sesuai dengan harapan. “Komunikasi yang kurang baik akan berdampak pada program yang tidak berjalan,” tukasnya.

Permasalahan lain yang disorot Choeroel Anwar yakni masalah kemacetan yang kini menjadi keluhan utama masyarakat. Menurutnya, permasalahan itu harus dipecahkan bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Kota Batu, karena penanggulangan arus lalu lintas tidak bisa diselesaikan secara sektoral namun harus lintas sektor.

Baca Juga :   Wie man Spielautomaten-Spiele kostenlos spielt

“Para pemangku kebijakan di Malang Raya harus diajak berbicara untuk mengatasi masalah macet dan Pemkot Malang bisa menjadi inisiator,” tukasnya.

Bukan itu saja, masalah banjir yang masih menjadi ‘momok’ di sejumlah titik membutuhkan perhatian yang lebih dari dinas terkait, sehingga masalah itu bisa terselesaikan dengan baik.

Leave a Reply