Dapat Nomor Urut Dua, Pasangan ASIK Anggap Pertanda Baik

Politika Malang – Tahapan Pemilihan Wali Kota Malang (Pilwali) 2018 telah sampai puncak. Jelang masa kampanye yang dimulai pada Kamis (15/2/2018) sampai 23 Juni 2018 mendatang, ketiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, telah mengantongi nomor urut masing-masing.

Melalui serangkaian acara, pemberian nomor urut paslon ditentukan lewat proses pengundian, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Selasa (13/2/2018) malam di Harris Hotel, Malang.

Nomor urut 1 dipegang oleh pasangan Yaqud Ananda Gudban – Ahmad Wanedi (Menawan).
Nomor urut 2 adalah Anton – Syamsul Mahmud (Asyik).
Nomor urut 3 adalah Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko (Sae).

Ada kejadian yang menarik, ketika Calon Wali Kota Malang nomor urut 2, Mochammad Anton tampak sumringah dan histeris usai membuka nomor undian. Begitu pula pasangannya, Syamsul Mahmud yang terlihat langsung spontan meloncat kegirangan.
Ditemui awak media dalam sesi konferensi pers, Abah Anton demikian sapaan akrabnya, mengaku bersyukur mendapatkan nomor 2. Menurut dia, ini pertanda bahwa, dirinya akan melenggang untuk kedua kalinya menjabat sebagai Walikota Malang.

“Alhamdulillah, terkait nomor tadi, tidak kami prediksi sebelumnya. Tapi jujur ini sesuai dengan harapan selama ini. Nanti kampanyenya pakai jari 2 (tanda V),” beber Anton.

Bahkan, sebelumnya tim pemenangan paslon ASIK secara khusus telah menyiapkan banner, dan sejumlah atribut yang menggambarkan wajah Anton-Syamsul, lengkap dengan nomor urut 2. Tanda V yang disimbolkan dengan jari telunjuk dan jari tengah, menurut Anton bisa diartikan sebagai lambang ‘V’ atau victory alias kemenangan. Selain itu lambang ini juga dapat diekspresikan sebagai simbol perdamaian atau peace.

“Kami mohon doa restu kepada seluruh masyarakat untuk melanjutkan pengabdian pada Kota Malang tercinta,”kata Abah Anton

Baca Juga :   Walikota Malang: Sampaikan Aspirasi Dengan Cara Yang Baik

Menurut Suami Dewi Farida Suryani itu, selama hampir lima tahun dirinya menjabat, Kota Malang telah mengalami banyak perubahan positif. Dari segi Infratruktur dan pembangunan SDM telah berkembang baik. Berbagai penghargaan sebagai simbol keberhasilan juga telah diraih Pemerintah Kota Malang dibawah kepemimpinannya. Berbagai inovasi dan kreativitas telah dilakukan. Hal tersebut kata Anton, tidak mungkin dicapai tanpa kerjasama dari seluruh elemen.

“Kita menyadari bahwa masih ada beberapa hal yg perlu dituntaskan. Pembangunan berkelanjutan memang perlu waktu. Untuk itu, mari terus bergandeng tangan untuk menyelesaikan dan Mengembangkan Kota Malang ke arah yang lebih baik lagi. Jabatan adalah amanah, kita tunjukkan dengan bukti dan kerja nyata. Salam dua periode, lanjutkan,” seru Anton.

Leave a Reply