Deadlock, Peluang Koalisi Bangjo Makin Menipis

PolitikaMalang – Harapan agar koalisi PDI Perjuangan – PKB di Pilkada Kota Malang sinergi dengan Pilgub Jawa Timur, nampaknya sudah di ujung tanduk. Kabar yang diterima oleh Politika Malang, koalisi itu kini memasuki tahap ‘deadlock’ dan kemungkinannya kian menipis.

Salah satu sumber dari pihak petahana, H. Moch Anton yang namanya enggan disebut menegaskan jika kemungikan Bangjo di Kota Malang sudah makin menipis. Hal ini dikarenakan tidak adanya kesepakatan soal prasayarat yang sama-sama diajukan oleh dua partai politik itu untuk merajut koalisi.

“Peluang Bangjo menipis, karena syarat yang diajukan belum ada kesepakatan,” kata sumber tersebut.

Sumber tersebut juga menekankan, jika pada awal Desember nanti calon pasagan Anton di Pilkada 2018 akan diumumkan secara resmi. Namun, sumber itu belum menyebut siapa sosok yang dimaksud karena masih dalam tahap proses komunikasi politik.

“Desember sudah clear soal koalisi dengan partai apa dan siapa calonnya,” tegas sumber yang merupakan orang dekat Petahana H. Moch Anton itu.

Jika menilik perihal syarat yang diajukan, maka baik dari kubu PDI Perjuangan maupun kubu petahana memiliki kepentingan masing-masing. Dari partai berlambang banteng jelas, jika terjalin koalisi, maka Bacalon Wakil Wali Kota harus dari kader internal. Kondisi itu sempat memunculkan tiga nama kandidat yakni, Abdul Hakim, Sri Untari dan Sri Rahayu.

Sedangkan, dari kubu petahana ada beberapa prasyarat yang sempat mengemuka. Pertama, Anton inginkan pasangan dari kalangan milenial atau anak muda dan kedua harus ada izin dari ulama akan bacalon wakil wali kota nantinya.

Syarat itu tentunya cukup berat bagi calon rekan koalisi. Ketua Bappilu DPC PDI Perjuangan Kota Malang sudah menegaskan jika koalisi harus didasarkan pada konsep saling mewakili. Artinya, harus ada calon dari PDI Perjuangan yang digandengkan dengan petahana, H. Moch Anton.

Baca Juga :   Wie man Spielautomaten-Spiele kostenlos spielt

“Namanya koalisi harus saling terwakili,” ujar Made.

Ditanya perihal informasi tersebut, Made menanggapi hal itu dengan dingin, menurutnya apapun nanti yang diputuskan Dewan Pimpinan Pusat, maka DPC PDI Perjuangan akan tunduk dan patuh, termasuk jika partai berlambang banteng itu akan maju mengusung calon sendiri di Pilkada Kota Malang.

“Kita serahkan semua ke DPP, kita tegak lurus patuh pada DPP. Koalisi atau tidak wewenang DPP,” tegas Made.

Leave a Reply