Dewan Dorong Pemkot Malang Tekan Angka Stunting

PolitikaMalang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang mendukung langkah pemerintah dalam menekan angka stunting yang masih cukup tinggi belakangan ini. Berdasarkan data dari Dinkes Jawa Timur, angka stunting di Kota Malang pada tahun lalu masih mencapai sekitar 1600 kasus, hal itulah yang membuat pemerintah dan legislatif masih serius dalam menangani permasalahan ini.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Wiwik Sulaiha, mengatakan, upaya menekan angka stunting harus dilakukan dari upaya pencegahan hingga pelayanan kesehatan maksimal kepada masyarakat hingga tingkat kelurahan.

“Ada banyak upaya menyelesaikan masalah stunting termasuk melakukan pelayanan kesehatan hingga sampai kelurahan. Bagaimana ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan dan gizi yang baik sehingga angka stunting bisa dicegah,” kata Wiwik Senin (7/9).

Dijelaskan pula selain memanfaatkan Puskesmas yang ada di Kelurahan, Wiwik juga mengimbau kepada Dinas Kesehatan Kota Malang agar melakukan operasi jemput bola, yakni dengan melakukan pemnberian layanan kesehatan langsung ke masyarakat agar masalah stunting bisa diselesaikan.

“Usulan ini sudah saya sampaikan kepada OPD terkait dan sudah mendapatkan respon positif. Dinas Kesehatan sendiri sudah menargertkan ada penurunan angka stunting sampai 2000 kasus pada tahun 2020 ini,” tukasnya.

Wiwik yang juga Anggota Fraksi Damai (Demokrat-PAN-Perindo) DPRD Kota Malang ini juga mengusulkan ada langkah pencegahan angka stunting yakni dengan memberikan saran dan masukan kepada para remaja atau mereka yang hendak menikah. Hal ini penting sebab edukasi mengenai stunting sejak dini merupakan langkah antisipasi agar kasus tersebut tidak semakin buruk.

“Kami berharap agar angka stunting di Kota malang dapat ditekan dengan baik, karena ini berkaitan dengan masa depan anak bangsa, khususnya masa depan anak di Kota Malang,” pungkas politisi Demokrat tersebut.

Baca Juga :   Walikota Malang: Sampaikan Aspirasi Dengan Cara Yang Baik

Leave a Reply