Dialog Dengan Warga, Anton Beberkan Progres Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Politika Malang – Calon Wali Kota Malang (Petahana) Mochammad Anton membeberkan potret dinamis pertumbuhan ekonomi kota Malang selama dalam kepemimpinannya. Sejumlah kebijakan yang diterapkannya di periode sebelumnya (2013-2018) berpengaruh positif terhadap perekonomian masyarakat, hal ini ditandai dengan angka inflasi yang stabil. Kebijakan itu, kata Abah Anton, melalui kajian panjang oleh sebuah tim yang hasilnya lambat laun dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

“Menggeliatnya ekonomi kreatif, lahirnya kampung-kampung tematik, urban farming, pola komunikasi intens secara langsung termasuk melalui giat blusukan hingga gelaran otonomi award kelurahan/kecamatan, menjadi faktor pendukung dan kunci dari lahirnya pemberdayaan ekonomi warga, kemandirian serta terkendalikannya inflasi,” papar Abah Anton sapaan akrabnya ketika blusukan dan dialog bersama masyarakat Sentra Industri Tempe dan Keripik Tempe Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (20/2/2018) siang.

Pada kesempatan kali ini, pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Mochammad Anton bersama Syamsul Mahmud ingin melihat sejauh mana progres, perkembangan usaha kecil mikro di Kampung Wisata Sanan.

Sebagaimana diketahui, Sanan yang telah bertransformasi menjadi Kampung Wisata Tematik berwawasan lingkungan itu, telah dikenal lama sebagai Kampung penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Malang.

Data dari Paguyuban Tempe dan Keripik Tempe Sanan menyebutkan rata-rata warga Sanan mampu memproduksi 30 kuintal hingga 1,8 ton tempe per hari. Dengan produktivitas yang tinggi, sirkulasi dana di kampung Sanan mencapai angka fantastis untuk ukuran sebuah kampung, yakni lebih dari 1 miliar rupiah setiap harinya.

Kian menggeliatnya sektor industri di Kampung Wisata Sanan, seluruhnya tak lepas dari bantuan dan turut campur Pemerintah Kota Malang dibawah kepemimpinan Abah Anton periode sebelumnya. Awal 2017 lalu, Kampung Wisata Sanan baru saja menerima bantuan dari Dinas Perindustrian Kota Malang berupa dana revitalisasi senilai Rp 1,9 miliar.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Para pengrajin dibekali dengan mesin pemecah kedelai, mesin pemotong, alat packing, pelatihan standar mutu, dan lain-lain. Sarana infrastruktur kampung juga tak luput dari perbaikan, seperti pengaspalan jalan dan pemugaran gapura kampung.

Warga Sanan juga sudah melakukan swadaya untuk mempercantik tampilan kampung. Dinding rumah warga dicat warna-warni dan dihias dengan mural yang artistik.

Atmosfer ceria yang begitu kuat, akan pengunjung rasakan saat memasuki kampung ini. Pemukiman warga khususnya diwilayah RW 15 juga tampak bersih dan tertata.

“Dalam beberapa tahun terakhir, saya terus mendorong kampung kampung di Kota Malang, untuk terus berbenah, membuat inovasi dan membangun daerahnya,” kata Abah Anton

Konsen Abah Anton untuk mendorong terwujudnya roda perekonomian melalui usaha mikro, kecil dan menengah, sudah dibuktikan dengan beragam raihan penghargaan bagi Kota Malang.

Bukan sembarang penghargaan, di akhir tahun 2016 silam, Suami Dewi Farida Suryani itu menerima penghargaan ‘Natamukti Pranata’ dari
International Council for Small Bussines (ICSB) organisasi nirlaba internasional yang bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Kala itu Kota Malang dibawah kepemimpinan Abah Anton, dianggap telah berhasil mendorong keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan menciptakan ekosistemnya dengan sangat baik. Setahun berselang, diakhir 2017, Kota Malang kembali meraih penghargaan serupa yakni, Nata Mukti atas keberhasilan pembinaan dan pengembangan koperasi di kota Malang.

“Raihan Penghargaan ini terus memicu semangat kami untuk mengembangkan UMKM. Sekali lagi penghargaan bukan tujuan utama, tapi ini merupakan bukti adanya perubahan di Kota Malang,” kata Abah Anton.

Di hari kelima tahapan kampanye, paslon yang mengusung jargon MALANG APIK (Agamis, Progresif, Insklusif dan Kreatif) tersebut, kembali melakukan blusukan ke pasar pasar tradisional, di wilayah Kecamatan Blimbing. Tiga diantaranya yakni Pasar Bunulrejo, Pasar Blimbing dan Pasar Samapoerna. Selain itu, paslon yang akrab disapa ASIK itu, juga melakukan dialog bersama warga kelurahan polehan dan Purwantoro. (ASIK MEDIA CENTER)

Leave a Reply