Diawali NCC, Anton Dorong Sistem Transportasi Cerdas Untuk Kota Malang

Politika Malang – Tak bisa dipungkiri, konektivitas antara infrastruktur jalan raya dengan kemudahan transportasi darat menjadi urat nadi ekonomi, dan elemen penting yang diperhitungkan dalam era perdagangan bebas yang bertumpu pada kelancaran arus barang dan jasa. Konektivitas ini dapat terbangun melalui dukungan teknologi komunikasi, atau disebut juga sistem transportasi cerdas.

Merespon hal tersebut, Calon Wali Kota Malang, Mochammad Anton, berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan lalu lintas dan transportasi yang optimal untuk masyarakat.
Anton Ingin mewujudkan Sistem Transportasi Cerdas, di Kota Malang.

Menurut Walikota Malang periode 2013-2018 ini, keberadaan sistem transportasi cerdas diharapkan mampu memberikan pelayanan bagi ketertiban dan kelancaran berlalulintas.

Tujuannya, kata Abah Anton sapaan akrabnya, untuk menghindari pemborosan energi di sektor transportasi. Sinergi perencanaan dan pembangunan infrastruktur umum serta moda transportasi dan perencanaan sistem transportasi darat menjadi salah satu faktor pendukung industri dalam persaingan global.

“Kami sadar bahwa kemacetan menjadi
perhatian serius bukan hanya di Malang tetapi juga di daerah lain. Ini juga dampak urbanisasi yang merubah wajah kota,” kata Abah Anton saat blusukan ke Terminal Mulyorejo, Sukun, Kota Malang, Minggu (4/3/2018) pagi

Terkait kemacetan, Anton yang maju kembali sebagai calon Wali Kota Malang periode 2018-2023, bersama Syamsul Mahmud mengajukan solusi
untuk jangka pendek hingga jangka panjang.

“Untuk jangka pendek hingga menengah, prinsipnya kami akan meningkatkan anggaran untuk pengembangan sistem transportasi cerdas,” tandasnya

Untuk menunjang hal ini, akhir tahun 2017 lalu, Pemerintah Kota Malang dibawah kepemimpinan Abah Anton telah melaunching pusat kendali informasi. Yakni, Ngalam Command Center (NCC).
Keberadaan NCC sendiri untuk menunjang Malang menuju Kota Cerdas atau Smart City.

“Hal itu melihat dari perkembangan penduduk dan persoalan kota yang terus meningkat. Harapannya, NCC bisa memberikan satu jawaban,” ujar

NCC tidak hanya bisa melihat persoalan masyarakat dengan cepat. Tetapi juga penyelesaiannya. Pasalnya, NCC akan terkoneksi dengan aplikasi di Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Sehingga ketika ada masalah, bisa langsung ditangani oleh instansi terkait. “Ada sekitar 150 aplikasi yang akan terintegrasi dengan NCC. Yang sudah terkoneksi ada 62 aplikasi,” imbuhnya.

Selain itu, aplikasi tersebut juga akan terkoneksi dengan android. NCC akan menjadi rumah bagi data, informasi, dan aplikasi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Operator NCC yang bertugas akan memperbarui data secara berkala.

Anton berharap, pantauan CCTV di Kota Malang terintegrasi semua ke NCC. Saat ini total sudah ada 13 CCTV yang terpasang. Karenanya tahun depan, bakal menambah 101 CCTV yang dipasang di sejumlah titik. Kamera pemantau itu akan membantu petugas dari sisi lalu lintas dan keamanan.

Melalui CCTV, nantinya bisa diketahui daerah mana yang macet, rawan macet, serta memantau keamanan wilayah.

Leave a Reply