Didukung CSR, UB Bangun Canopy Walk di UB Forest

PolitikaMalang – Rektor UB Prof Nuhfil Hanani, resmikan Ground Breaking Canopy Walk UB Forest di Desa Sumbersari Desa Tawang Argo KecamatanKarangploso Kabupaten Malang, Selasa (32/7).

UB Forest (UBF) merupakan hutan pendidikan terdiri dari Hutan Produksi dan Hutan Lindung seluas 544 ha,yang diserahkan Menteri Kehutanan untuk dikelola UB dengan peruntukan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) guna keperluan pendidikan dan pelatihan.

Untuk melengkapi fasilitas edukasi dan ekowisata yang ada di UB Forest, maka UB melakukan kerjasama dengan JAPFA COMFEED, sebuah perusahaan multi nasional dengan basis usaha pakan ternak.

Japfa memberikan bantuan berupa pembangunan sebagian Canopy Walk dari 1,5 kilometer yang direncanakan untuk UB Forest. Peletakan batu pertama pembangunan tersebut juga dihadiri pada pejabat di lingkungan UB dan pejabat dari Japfa.

Pembangunan sebagian bangunan canopy ini menghabiskan anggaran sebesar Rp. 350 juta dan biaya sepenuhnya ditanggung oleh Japfa. Maksud pembangunan canopy ini adalah memfasilitasi aktivitas edukasi, research, dan ekowisata berbasis lingkungan.

Dalam sambutannya, Rektor UB Prof Nuhfil Hanani mengatakan bahwa UB forest adalah amanah dari pemerintah melibatkan kemensos dan masyarakat sekitar. Negara bisa maju jika ada sinergi antara pemerintah, pengusaha, akademisi dan masyarakat.
Untuk itu “Pencanangan hutan pendidikan UB Forest ini, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat luas ,” tukasnya .

“Dengan adanya UB Forest, diharapkan bisa menjadi lahan penelitian (laboratorium lapang) . Selain itu, dengan dibangunnya kawasan UB Forest ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan penghasilan masyarakat setempat,” ujar Nuhfil Hanani.

Sementara, Direktur Social Corporate PT Japfa Comfeed ,Ir Rakhmad Indrajaya menuturkan, bahwa UB sebagai mitra Japfa terus intens mengembangkan kerjasama, seperti Teaching farm di jatikerto dan sumbersekar untuk Observasi flora dan fauna.ini sangat menarik sebagai pariwisata berbasis konservasi.
Diharapkan dengaan pembangunan ini civitas academika UB (mahasiswa, dosen, dan staf) serta masyarakat dapat menikmati fasilitas ini sebagai sarana edukasi maupun rekreasi,”pungkas Rakhmad Indrajaya Direktur Social Corporate PT Japfa Comfeed.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

Latifah Ningrum mewakili Kemensos menyampaikan harapan terlaksananya program desa sejahtera mandiri. “Beliau memberi apresiasi yang luar biasa kepada UB, karena pemerintah tidak bisa kerja sendiri perlu bermitra dengan akademisi, swasta dan masyarakat,”tutup Latifah Ningrung .(*)

Pewarta : Djoko Winahyu.

Leave a Reply