Dies Natalis ke 56 FKHUB Libatkan Paud dan Anak TK

PolitikaMalang – Dies Natalis ke 56 UB, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya gelar berbagai Veterinary Festival .

Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 2 UB, Puncak Dieng Ekslusif Kalisongo, Dau, Kabupaten Malang, sejak hari Sabtu (17/11/2018) dan puncaknya hari Minggu (18/11/2018) ditutup dengan kontes reptil nasional, serta ada show burung atau Bird Iive flight show.

“Dalam rangka Dies Natalis ke 56 UB, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya sengaja memberikan edukasi kepada masyarakat, melalui Fakultas Kedokteran Hewan dan Rumah Sakit Hewan Pendidikan dengan menyelenggarakan Veterinary Festival 2018,” jelas drh. Diah Ayu Oktaviani
wakil dekan 1 bidang akademik FKH UB,

FKH UB berkontribusi mewujudkan peran penting dokter hewan dalam mensejahterakan manusia melalui kesehatan hewan. “Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan sebagai upaya melindungi hewan eksotik yang saat ini banyak dijadikan hewan peliharaan,” tambahnya.

Hari Sabtu (17/11/208) diawali dengan

1. Expo dan bazar

2. Pengenalan hewan eksotik kepada siswa TK dan SD melalui kegiatan mewamai serta talkshow

3. Vet Talk dengan komunitas ayam pelung community, flsh spot, dan ikan predator

4. Sosialisasi sexing DNA burung

Sedangkan hari Minggu (18/11/2018) segaligus acara penutup yang cukup menyedot perhatian pengunjung yakni

1. Kontes Reptil Nasional hingga 25 kelas

2. Seminar tentang “Avian and Exotic Animal Medicine” untuk dokter hewan

3. Pemeriksaan DNA gratis untuk Sexing (mengetahui jenis kelamin) burung .

4. Talkshow dari Komunitas (komunitas ikan Louhan, balai karantina hewan dan tumbuhan, dari pertanian kota malang, komunitas rottweiler indonesia, komunitas merpati, EJRA, dan komunitas ikan cupang

5.Terakhir sebagai penutup Bird Iive flight show.

Momen ini tak disia siakan para pecinta hewan terutama bisa sharing bersama para komunitas dan bisa konseling dengan dr hewan secara langsung.

Baca Juga :   Poker, IT, Alcohol-based drinks Challenges Filled With Japan

Dikatakan drh. Diah, didalam pemeriksaan jenis kelamin burung, atau tes jenis kelamin melalui DNA feksing, Kedokteran hewan UB sudah memiliki lab pemeriksaan unggulan yakni lab ADD (Animal Desis diagnostik lab). “Salah satu pemeriksaannya adalah pemeriksaan jenis kelamin burung melalui DNA, Jadi akan diambil bulunya kemudian diidentifikasi DNA dan dicek apakah ini jantan atau betina,” ujar berhijab promosi.

Biaya pemeriksaan di luar negeri bisa mencapai 100 ribu lebih, di UB kita bisa menekan di bawah itu dan sejauh ini, kami sudah melakukan kerjasama dengan sejumlah komunitas, dan mereka secara rutin terus mengirimkan bulu burung untuk diperiksa jenis kelaminnya,” Pungkas Wadek 1 bidang akademik FKH UB.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply