Disambut Taman Lele, Bupati Malang Resmikan Kampung Tangguh Semeru Desa Kuwolu

PolitikaMalang – Selasa (16/6) siang, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, MM bersama Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad dan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar meresmikan taman lele dan taman sayur mayur di Kampung Tangguh Semeru di Desa Kuwolu Kecamatan Bululawang. Dalam peresmian yang juga dihadiri oleh Kepala OPD terkait, Muspika Bululawang, jajaran perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat itu ditandai dengan penebaran benih ikan lele dilanjutkan meninjau kampung tangguh semeru diantaranya lumbung pangan serta fasilitas kesehatan dan tempat beribadah.

Bupati mengatakan dalam sambutannya bahwa dalam kondisi pandemi ini, merupakan cobaan yang datang dari Allah SWT sejauh mana sebagai manusia wajib berikhtiar sehingga dalam tatanan kehidupan yang baru (new normal) ini diharapkan tetap waspada, tidak lengah dengan mengabaikan protokol kesehatan artinya wajib menggunakan masker, rajin cuci tangan dan tetap menjaga jarak. “Supaya satu sama lain ketika ada yang terindikasi virus tidak tertular, Bululawang ini patut diapresiasi karena jadi role model bagi daerah lain dalam pencegahan virus dengan adanya kampung tangguh, berawal dari ada yang positif covid, kemudian tertangani hingga sembuh total sehingga tidak berkembang, Alhamdulillah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, terkait bantuan yang disalurkan dari perangkat daerah terkait, Letkol Inf. Ferry Muzawwad pun mengingatkan bahwa hal tersebut merupakan suatu keberkahan yang diterima. “Tapi tolong setelah bantuan diterima, laksanakan kewajiban. Jangan hanya maunya menerima tapi tidak mau ngelakoni, itu namanya semaunya sendiri, kami hanya ingin masyarakat semuanya sehat mengingat beberapa waktu lalu disini ada empat orang positif covid dan Alhamdulillah sekarang sudah sembuh. Tetapi jangan senang dulu, mari kita jaga hal tersebut jangan sampai terjadi kedua kalinya, caranya kita pertahankan kondisi sehat seperti ini dengan mematuhi protokol kesehatan. Ayo semangat perangi virus ini, contoh RW 1 ini sungai jadi kolam lele peruntukannya juga bagi masyarakat yang membutuhkan, jaga kebersamaan dan gotong royong kita dalam melawan virus covid-19,” tegas Ferry.

Baca Juga :   Sambangi Ngajum, Bu Nyai Paparkan Program Pemberdayaan Masyarakat

Sementara Kapolres turut menghimbau khususnya bagi masyarakat Desa Kuwolu mengingat disaat awal covid mulai mewabah, saat itu Bululawang ada yang dinyatakan positif, disitulah peran pemerintah memberikan dukungan moril. “Sebelum munculnya kampung tangguh, desa ini sudah lebih dulu tangguh menghadapi virus ini dimana 4 orang yang dinyatakan positif ini berkat kepatuhan dan kerjasama dari seluruh warga akhirnya tidak ada yang tertular setelah itu. Saya selalu menjadikan daerah ini sebagai gambaran bahwa dengan kepatuhan yang penuh, maka tidak akan terjadi penambahan pasien. Ini luar biasa, untuk itu kampung tangguh akan terus kita galakkan. Khususnya zona utara (Singosari dan Lawang) perlu diketahui kita laksanakan wilayah pengamanan yang diperketat, kita buatkan check point terutama di desa yang banyak terpapar positif, ini cukup jadi gambaran jangan sampai terjadi di wilayah lain, jaga dan patuhi protokol kesehatan,” ajaknya.

Abdul Hamid sebagai tokoh agama setempat mewakili warga RW 1 menuturkan terima kasih atas kesempatan Forkopimda kembali mengunjungi Desa Kuwolu. “Terbesit suatu keinginan masyarakat kuwolu untuk membentuk kampung tangguh, besar harapan kami kepada bapak-bapak Forkopimda agar diberikan motivasi sekaligus pengarahan dan bantuan dalam mengawali dari tujuh program kampung tangguh yang ada dengan taman lele dan taman sayur mayur. Mudah-mudahan bisa menjadi kampung yang membanggakan,” harap Abdul. 

Leave a Reply