Disbudpar Ajak Bambang Ir Kolaborasi Bangun Kota Malang Dari Kampung

PolitikaMalang – Keberadaan Kampung Glintung Go Green (Kampung 3G) yang telah berdiri sejak Enam tahun lalu, ternyata baru hari ini Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Malang Ida Ayu mengunjungi Kampung 3G yang telah mendapat pengakuan hingga dunia internasional.

Datang bersama beberapa stafnya Ida Ayu diterima Bambang Ir sang inisiator Kampung Glintung Go Green . Ida Ayu yang baru pertama kalinya datang ke kampung penuh prestasi ini langsung minta di foto di beberapa Spot yang menarik dan sejuk.

Sambil berjalan menuju rumah prestasi , Bambang Ir memandu rombongan Disbudpar menjelaskan beberapa hal terkait tema Kampung Glintung tahun depan . Dayu, panggilan akrap Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata kota Malang mengaku kepada Bambang Ir kalau baru kali ini ke kampung Glintung .

“Sebenarnya dari dinas Pariwisata sudah sering ke Kampung Glintung Go Green (Kampung 3G) sini, seperti Kepala bidang atau Kepala Seksi dari Dinas Pariwisata meski mereka tidak menemui pak RW atau pengurus Kampung 3G,”ujarnya, Kamis (23/08).

Memang ini baru kali pertama saya berkunjung ke Kampung 3G dimana menurut saya sosok Bambang Irianto ini merupakan aset kota Malang dan aset bangsa karena mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan bukti nyata dengan membangun kampung 3G,” tambahnya.

Lanjut Ida Ayu, untuk membangun suatu bangsa berasal dari bagaimana kita melakukan pembangunan di tingkat kampung-kampung terlebih dahulu.

“Sebenarnya saya ingin membawa banyak teman ke Kampung 3G ini agar memiliki satu mindset dalam membangun kampung-kampung kota Malang bersama inisiator Kampung 3G penerima penghargaan Kalpataru kategori Pembina Lingkungan (Bambang Irianto ),”ungkap Ida Ayu.

Dinas Pariwisata baru tahun kemarin berkiprah bagaimana caranya memajukan kota Malang melalui pariwisatanya termasuk ekonomi kreatif. Keberadaan kampung tematik sudah cukup lama muncul di kota Malang, namun Ida Ayu mengakui bahwa baru di tahun 2019 nanti Dinas Pariwisata kota Malang akan lebih gencar lagi menyasar kampung tematik dan kampung budaya untuk bisa lebih bersinergi dan berkolaborasi dengan Bambang Ir.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

“Kami juga berharap bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan Kampung Glintung Go Green agar ilmu yang dimiliki Bambang Irianto ini bisa dimaksimalkan dalam membangun kota Malang,” pungkas Ida Ayu sambil melihat ruang kontrol CCTV untuk lorong lorong kampung di Joglo 3G.

Sementara itu, Ketua RW 23 Purwantoro yang merupakan inisiator kelahiran Kampung Glintung Go Green, Bambang Irianto menyatakan rasa syukurnya atas tawaran dari Dinas Pariwisata kota Malang untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Kampung Glintung Go Green dalam rangka untuk membangun kota Malang dari sektor pariwisata Edukasi Lingkungan .

“Sampai saat ini memang belum ada kerjasama secara fungsional antar kampung tematik di kota Malang, tetapi jika nanti terwujud kerjasama antar semua kampung tematik maka akan tercipta One Stop Service untuk pariwisata yang akan memerlukan sebuah aplikasi dengan menggunakan teknologi. Sehingga setiap wisatawan yang datang tidak hanya berkunjung pada satu kampung tematik saja yang tentunya akan membuat wisatawan cukup lama berada di kota Malang,” ungkap Bambang Irianto.

Menurut Bambang Irianto, dengan adanya kerjasama antar kampung tersebut maka keberlangsungan hidup bagi kampung tematik akan terjamin karena ada income bagi kampung dan masyarakat.

“Kekuatan antar kampung menjadi sebuah kekuatan sosial untuk membangun kota Malang. Dan sepengetahuan saya belum ada satu aplikasi yang menyediakan layanan pariwisata antar kampung tematik hingga saat ini,” pungkas Bambang Irianto.

Keberhasilan Kampung 3G tegas Bambang Ir , membangun Negeri dari Lorong Kampung. Menyusun cita-cita bersama Merubah Mindset Warga untuk meningkatkan Soliditas Warga.

Untuk merekonstruksi Kampung, menurut Bambang harus dimulai dari diri sendiri, mulai dari yang gampang dan Kerjakan sesuai dengan hasil Konsultasi, Kolaborasi, dan Inovasi .

Dikatakan Bambang Ir tentang Kampung yang Holistik, Membangun Kampung pada dasarnya adalah membangun manusia seutuhnya.
Oleh karenanya tidak bisa hanya sektoral tetapi harus multi dimensional.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

Beberapa contoh kampung tematik di kota Malang antara lain:

Seni Budaya :Topeng, Kayoetangan, 3D

Lingkungan Hidup : Glintung Go Green, KRPL, Proklim.

Kesehatan: PHBS. KB

UMKM : Sanan Tempe. Keramik Dinoyo. Mebel Tunjungsekar. Shuttlecock. Anyaman/Rotan Balearjosari. Snitair Klaseman dan IPTEK WiIayah sekitar kampus.

” Semua itu akan sukses jika Pemerintah daerah dalam hal ini, Disbudpar segera merancang untuk mwmbuat terobosan baru dan aplikasi untuk Paket kunjungan wisata di kota malang. Sehingga wisatawan yang datang ke Kota Malang bisa berlama lama dan lengkap datang ke semua destinasi yang tergabung dalam Paket Kunjungan wisata,”pungkas Bambang Ir bersemangat.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu.

Leave a Reply