Disnaker Terus Geber Pelatihan Kerja untuk Warga

PolitikaMalang – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kota Malang mengadakan pelatihan potong rambut (Barber School) di Rabel Salon Japan di kawasan Jalan Candi Trowulan Mojolangu Kecamatan Blimbing.

Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi angka pengangguran yang ada di kota Malang, sehingga dengan peserta barber school mampu mendirikan usaha sendiri untuk membuka barber shop atau mengisi kekurangan tenaga kerja di barber shop atau salon dengan skill yang mereka dapatkan dari barber school.

“Pesertanya ada 20 wanita dan 20 pria, karena kita memang menyediakan kuota dengan jumlah 40 orang” papar Kadisnaker Yudi K Ismawardi.

Ia uga menjelaskan bahwa peserta yang diambil dari rekomendasi oleh seluruh kantor kecamatan di kota Malang.

“Jadi memang kami yang mengadakan sosialisasi ke seluruh kecamatan bahwa akan diadakan barber school” imbuh Yudi sapaan akrabnya.

Yudi menjelaskan bahwa barber school sudah berlangsung selama 6 hari, terhitung sejak tanggal 26 hingga 31 Oktober 2017. Barber school dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

“Program ini diawasi langsung oleh PPTK Dinaker dan Kabid pelatihan” ujar Yudi saat ditemui Politika Malang.

“Jadi kami memang mencari orang yang berminat dalam bidang potong rambut, patokan kami dari berkembangnya barbershop di kota Malang” ungkap Kabid Pelatihan Disnaker M. Sidik S.T.

Sidik menjelaskan dalam prosesnya selama 6 hari, empat mentor yang ditunjuk diminta untuk memberikan teori sebanytak 20% dan 80% sisanya difokuskan untuk praktek.

Dikatakan pula bahwa sebelumnya terdapat 70 pendaftar yang direkomendasikan oleh seluruh kecamatan Kota Malang.

“Lalu kami seleksi melalui Tanya jawab dan quiz kuesioner mengenai rambut” imbuh Sidik.

Hingga akhirnya terpilihlah 40 orang yang mengikuti barber school tersebut.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

“Harapan kami jelas untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Malang dengan bekal skill yang kami berikan,” jelas Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK) Disnaker Tjuratna S.E. Tjuratna juga menjelaskan bahwa peserta tidak hanya diajarkan menggunting dengan menggunakan gunting, namun juga menggunakan clipper.

“Antusias mereka terasa sekali, soalnya kadang mereka juga sering menerlambatkan diri untuk pulang dan terus di ruang latihan untuk tetap berdiskusi mengenai model rambur” imbuh Ratna sapaan akrabnya.

Leave a Reply