Divonis 2 Tahun Penjara, Suasana Haru Selimuti Persidangan Abah Anton

PolitikaMalang – Ratusan pendukung Abah Anton dari berbagai eleman masyarakat Malang datang memenuhi area Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jumat (10/8/2018).

Meski sidang putusan belum di mulai, ternyata sejak pagi halaman kantor Pengadilan Tipikor sudah dipenuhi para simpatisan yang datang berombongongan . Mereka menggunakan 3 bus besar , dan puluhan mobil pribadi dari Malang .

Begitu Abah Anton memasuki ruang transit, seperti biasa Anton langsung menyapa dan terlihat masih tegar meski raut wajahnya sedikit tegang menanti putusan.

Abah anton mencoba menenangkan para simpatisannya yang histeris meminta untuk berdoa.

“Doakan ya semoga nanti putusannya yang terbaik,” ucap Anton yang disambut takbir dan suara memanggil manggil nama abah abah sambil menangis histeris.

Proses pembacaan sidang putusan kasus dugaan korupsi dengan terdakwa Anton berkaitan dengan APBD Kota Malang TA 2015 yang awalnya gaduh mendadak hening sejenak.

Suasana terasa tegang, para pendukung Abah Anton memenuhi ruang sidang hingga meluber hingga halaman gedung pengadilan Tipikor .

Ruang sidang dipenuhi para loyalitasnya diantaranya Pengurus Partai, para bacaleg, muslimat. Sedangkan diluar ruangan para laskar, AMC dan mayoritas ibu ibu duduk memenuhi tangga menuju pintu masuk ruang sidang .

Begitu Anton divonis pidana 2 tahun penjara subsider 4 bulan denda Rp 100 juta. Dan juga diberikan hukuman pencabutan hak politik selama 2 tahun setelah menjalani hukuman pidana, sontak ruang sidang langsung gaduh penuh teriakan takbir dan hujan tangis utamanya ibu ibu .

Saat di ruang khusus tahanan , dihadapan para awak media dan dikerubuti pendukungnya , Abah Anton meminta maaf kepada warga kota Malang .

“Saya minta maaf kepada warga Kota Malang. Sekaligus saya berterima kasih kepada KPK. Saya yakin Allah melalui KPK mengungkap semua ini,” ucap Anton sesaat setelah putusan dibacakan.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

Pria yang akrab disapa Abah Anton ini mengungkapkan , apapun putusan tersebut diterimanya dengan tawakal dan lapang dada. Hal tersebut dianggapnya sebagai pelajaran berharga yang tidak dapat dilupakan bagi warga Kota Malang dan pemerintah selanjutnya.
“Ini mudah-mudahan menjadi pembelajaran bagi semua. Khususnya bagi pemerintahan Kota Malang. Harus selesai disini,” tegasnya.

Dihantar ratusan pendukungnya sambil terisak menahan tangis Abah Anton berjalan menuju mobil tahanan dan pergi sambil melambaikan tanggannya.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu.

Leave a Reply