Eddy Rumpoko Divonis Tiga Tahun Penjara

PolitikaMalang – Sidang Pengadilan Tipikor Surabaya yang mengagendakan Eddy Rumpoko sebagai terdakwa memasuki babak akhir. Majelis hakim menjatuhkan vonis tiga tahun penjara kepada Mantan Wali Kota Batu tersebut.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp300 juta rupiah,” kata ketua majelis hakim Unggul Warso Mukti membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, Jumat (27/4) seperti dikutip dari Antara.

Walikota Batu dua periode tersebut dinilai terbukti bersalah melanggar pasal 11 UU Tipikor sebagaimana dakwaan subsider jaksa penuntut umum, sedangkan dakwaan primer dinyatakan tidak terbukti.

Selain menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun dan denda Rp300 juta, majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya juga mencabut hak politik terdakwa selama tiga tahun.

“Mencabut hak dipilih terdakwa selama tiga tahun terhitung setelah terdakwa menjalani hukuman penjaranya,” kata hakim Unggul.

Dalam sidang putusan itu, hal yang memberatkan terdakwa, terdakwa tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi, tidak mengakui perbuatannya.

Sedangkan yang meringankan yaitu terdakwa berlaku sopan dan juga terdakwa memiliki tanggungan keluarga.

Sebelumnya, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Iskandar Marwanto menuntut Eddy dengan hukuman penjara selama delapan tahun dan denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan. Ia juga menuntut hakim memutuskan mencabut hak politik Eddy Rumpoko untuk dipilih menjadi pejabat publik selama lima tahun sejak dihukum.

Sementara itu, atas vonis hakim yang diberikan hari ini, baik jaksa penuntut umum dan juga penasihat hukum terdakwa menyatakan masih pikir-pikir untuk melakukan banding.

Usai persidangan Eddy Rumpoko langsung disambut puluhan pendukungnya yang berada di luar ruangan persidangan.

“Saya meminta supaya proses belajar anak-anak tetap berlangsung. Putusan ini mungkin menjadi jalan yang terbaik bagi saya,” kata Eddy.

Seperti diketahui, Kasus ini bermula saat Eddy Rumpoko ditangkap petugas KPK di rumah dinasnya pada pertengahan September 2017. Eddy diduga menerima suap berupa mobil merek Toyota New Alphard senilai Rp1,6 miliar dari pengusaha Filiphus Djap. Akibatnya, ia juga langsung dipecat sebagai kader PDIP, partai yang menaunginya. 

Leave a Reply