Pilkada Kota Malang Tanpa Calon Perseorangan

PolitikaMalang – Helatan Pilkada Kota Malang pada tahun 2018 mendatang dipastikan tanpa adanya pasangan calon dari jalur perseorangan/independen.

Sejak penyerahan berkas pendaftaran dibuka pada 25 September dan ditutup pada 29 September, tidak ada satupun kandidat bakal calon mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang.

Komisioner KPU, Ashari Husein, membenarkan jika tidak ada calon perseorangan yang mendaftar untuk Pilkada Kota Malang tahun mendatang.

“Pilkada Kota Malang tahun 2018 tanpa calon independen,” kata Ashari Husein.

Berbeda dengan tahun 2013 lalu, Pilkada Kota Malang diikuti oleh dua pasang calon dari jalur perseorangan yakni Dwi Cahyono – Nurudin dan Mujais – Yunar Mulia. Meski perolehan hasil suara dua pasang calon itu tidak signifikan, namun kehadiran mereka memberikan alternatif pilihan calon pemimpin kepada masyarakat.

Pada Pilkada tahun 2018 mendatang, calon independen sebenarnya telah menjadi pembicaraan publik, manakala Calon Petahana, H. Moch Anton dikabakarkan akan maju lewat jalur tersebut. Pengumpulan KTP dan dukungan sudah dilakukan oleh beberapa orang. Meski akhirnya, hal itu dibantah oleh PKB Kota Malang.

Setelah ramai kabar petahana maju lewat jalur perseorangan, kabar lain justru datang dari beberapa tokoh seperti Bambang GW, Haris Budi Kuncahyo dan terakhir adalah Moch. Geng Wahyudi. Khusus nama terakhir, beberapa orang sempat menanyakan persyaratan untuk maju independen.

Namun, dalam sebuah diskusi pilkada bertajuk “Petahana atau Pemimpin Baru” yang digelar Politika Malang, Geng Wahyudi menegaskan jika ia tidak berminat maju Pilkada Kota Malang melalui jalur independen tersebut.

“Saya tegaskan saya tidak maju melalui jalur independen meskipun saya bisa mengumpulkan dukungan sesuai dengan syarat KPU,” kata Geng Wahyudi.

Tidak adanya kandidat yang maju lewat jalur independen membuat masyarakat kini berharap kepada para tokoh yang meramaikan pilkada lewat jalur partai politik.

Baca Juga :   Poker, IT, Alcohol-based drinks Challenges Filled With Japan

Selain nama Petahana, H. Moch Anton beberapa tokoh lain seperti Ya’qud Ananda Gudban, Sutiaji, Sofyan Edi Jarwoko, Sri Untari, Sri Rahayu, Abdul Hakim, Ghufron Marzuki, Moreno Soeprapto dan sejumlah tokoh lain dikabarkan akan ikut andilndalam helatan pilkada tahun mendatang.

Leave a Reply