FKUB Kembali Kirim Bantuan dan Tim Medis ke Lombok

PolitikaMalang – Dampak gempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat, selain memakan korban jiwa, luka luka maupun trauma serta kerugian materi telah memantik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya untuk berpatisipasi dan peduli tanggap bencana guna membantu masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilanda musibah gempa bumi.

“Melihat situasi tersebut Universitas Brawijaya(UB) merasa terpanggil untuk turut serta membantu pemerintah dalam menangani korban bencana. Hal ini sekaligus sebagai tugas UB sebagai salah satu kampus di Indonesia yang mempunyai peran dan tugas dalam melaksanakan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat,”ujar Dekan FKUB. Dr. dr. Sri Andarini, M. Kes.

Hari ini, Senin (13/8) UB, memberangkatan Tim Medis dan Tangap Bencana Gempa Lombok 2018 gelombang ke dua. Melalui prosesi pemberangkatan yang ditandai dengan penyerahan baju seragam Tim Emergensi dan Tanggap Bencana FKUB kepada Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS .

Sementara itu, Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS menjelaskan, Ub terus berkoordinasi dengan tim yang akan dikirimkan hari ini, tim kedua (Tim Medis dan Tanggap bencana) Team Emergency and Disaster Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (TED FKUB).

Lebih lanjut Rektor UB menjelaskan, kami telah berkoordinasi dengan FKUB dalam hal ini Tim TED, dimana bantuan ini merupakan gabungan dan dukungan dari berbagai pihak antara lain Universitas Brawijaya, Ikatan Alumni (lKA) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, lkatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Malang Raya, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Malang.

Sementara itu Dekan FKUB. Dr. dr. Sri Andarini, M. Kes dalam kesempatan yang sama juga menambahkan, “kami dari FKUB telah mengirimkan 1 Tim yaitu 1 Dokter Spesialis Orthopaedi dan 2 Driver beserta 2 Ambulance yang di berangkatkan bersamaan dengan Kapal Ergon dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Rabu, 8 Agustus 2018 lalu dan akan pulang pada Selasa besok, 14 Agustus 2018,”ungkapnya.

Baca Juga :   Wawali Malang Sofyan Edi Antusias Amati Uji KIR

Tim pertama UB yang dikirimkan pada Gempa Lombok kemarin antara lain: 1 orang Dokter Spesialis . Orthopaedi, 1 orang dokter Spesialis Emergency Medicine, 2 orang dokter Umum, 1 Ners Jiwa, 3 Ners Gawat Darurat. Sedangkan dari FakuItas Teknik Jurusan Teknik Sipil beranggotakan 11 orang serta tambahan Support tim dari Rumah Sakit Karsa Husada Batu yakni 1 dokter Spesialis Emergency dan 1 Perawat 160.

Tim 2 beranggotakan 13 orang akan diberangkatkan pada Senin (13/8/18) dan kembali pada Sabtu, (25/8/18) dengan membawa serta peralatan medis, obat -obatan serta bahan logistic (non medis) lainnya, untuk mendukung tindakan darurat dan pelayanan medis di Lombok.

Selain dr. Aurick tim kami juga didukung oleh 2 dokter Umum dengan keahlian khusus ,1 orang dokter spesialis Anak, 3 orang Perawat Kegawat daruratan, 2 Orang perawat Kejiwaan, 2 orang Psikolog, 2 orang driver ambulance, serta 1 orang bidan.
Sedangkan yang stand by di FKUB sebagai supporting staf terdiri dari dosen dan Tim Lembaga Kesehatan Mahasiswa (Lakesma FKUB)

Tim Emergency Operation Center (EOC) FKUB yang diketuai oleh dr. Aurick Yudha Nagara, Sp. EM ini nantinya akan tinggal di base camp rumah alumni FKUB angkatan tahun 1999, “kami berharap tim kami selalu dapat sigap dan tanggap dalam melaksanakan tugas dan diberikan kesehatan serta keselamatan sehingga kembali dengan selamat.pungkas Sri Andarini.(*)

Pewarta : Djoko winahyu

Leave a Reply