FMIPA UB Tambah Dua Guru Besar

PolitikaMalang – UB Malang Menambah dua Guru Besar atau profesor baru dari FMIPA.

Dua profesor itu adalah Prof Dr Ir Moch Sasmito Djati MS, dan Prof Dr Ing Setyawan Purnomo Sakti MEng.

Sasmito sehari-hari adalah Wakil Rektor IV UB bidang kerjasama dan perencanaan, akan diwisuda menjadi guru besar bidang Ilmu Biologi Reproduksi Molekul.

Semetara itu Setyawan menjadi guru besar di bidang Ilmu Instrumentasi dan Sensor.

Menurut dia, proses menjadi profesor bisa cepat karena sejak awal memang sudah on the right track.

“Kualitas riset dan publikasi kami memenuhi persyaratan sesuai regulasi pemerintah,” ungkapnya.

Pelaksanaan pelantikan tersebut rencananya akan dilaksanakan di gedung Widyaloka UB Malang, Rabu ( 16/1/2019).

Dalam keterangan persnya, Setyawan menjelaskan, peran sensor saat ini sangat besar bagi kehidupan manusia. Kendati begitu, penelitian mengenai sensor di Indonesia masih sangat jauh tertinggal bila dibandingkan dengan negara lain.

Oleh karenanya dengan bidang keilmuan sensor yang dimiliki diharapkan mampu mendorong pengembangan penelitian sensor di Indonesia khususnya di UB Malang.

“Kita terus mengembangkan (sensor) sehingga kita tidak melulu menjadi pasar atau konsumen,” kata Setyawan saat ditemui di UB Malang, Selasa (15/01/2019)

Lebih lanjut ia sampaikan, Indonesia memiliki potensi khususnya dalam mengembangkan teknologi sensor baik mulai dari dasar hingga instrumentasinya.

“Sensor yang saya teliti ini mampu mendeteksi masa nano gram. Nano itu kecil banget, kita bisa menggunakan itu untuk keperluan yang lebih jauh lagi, misal di dunia medis,” katanya

Setyawan pun mencontohkan, ketika sakit ada bio molekul dalam tubuh yang bermasalah dan ikut sakit juga.

“Sehingga kita bisa mendeteksi (penyakit) itu dengan teliti,” tambahnya

Selain sensor masa nano gram, ada juga jenis sensor yang mampu mendeteksi perubahan masa, serta mampu mendeteksi sensitifitas. “Sensor kimia itu bisa mendeteksi sensifisitas mulai bau, rasa, gerak atau hal lainnya,” tambahnya.

Baca Juga :   Dandim 0833 Terima Kunjungan Silaturahmi PPAD Kota Malang

Sedang Sasmito di pidato ilmiahnya nanti akan mengangkat tentang ‘Reproductive Herbalisme, Metode Pendekatan Berdasarkan Sinergetik Komplek Dalam Membangun Sistem Pertahanan Tubuh dan Kesehatan Reproduksi’.

Menurutnya, Indonesia kaya akan memiliki kekayaan menakjubkan.

“Hidup kita sehat sejak dulu. Bumbu rempah-rempah menjadi obat ringan buat kesehatan kita karena alam sudah menyediakan semua,” ujarnya.

Bahkan ibu hamil pun dijaga dengan sumber makanan yang ada tanpa perlu antibiotik,”pungkas Wakil Rektor IV UB bidang kerjasama dan perencanaan ini.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply