Foto Bertiga Bareng Anton dan Umi Farida, Nanda dapat Restu?

PolitikaMalang – Calon petahana H. Moch Anton telah mengungkapkan perihal kriteria bakal calon wakil wali kota yang akan digandengnya dalam ajang Pilkada tahun depan. Pria yang akrab disapa ‘Abah’ itu menginginkan jika pasangannya nanti adalah calon dari generasi milenial atau mereka yang berusia muda.

Ungkapan Anton itu sontak mengundang tanya bagi publik, akan sosok yang dimaksud. Apalagi, Anton makin memperjelas jika sosok milenial itu adalah dari kalangan partai politik, baik lelaki atau perempuan. Apa yang disampaikan oleh Anton akhirnya menimbulkan spekulasi. Sejumlah nama mulai mencuat untuk menafsirkan maksud Anton dan ucapan generasi milenialnya.

Sedikitnya ada tiga nama sosok politisi kalangan milenial yang menguat. Nama pertama adalah Anggota DPR RI, Moreno Soeprapto, yang kini menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Malang. Kedua, adalah Ketua DPC Hanura Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban dan nama terakhir adalah Canggih Sakinah Hans, sosok pegiat muda, pendiri Malang Care.

Ketiga sosok itu banyak disebut beberapa kalangan sebagai sosok yang dimaksud oleh Anton. Bahkan, saat ini nama Ya’qud Ananda Gudban makin menguat sebagai sosok yang dimaksud Anton. Hal ini diperkuat dengan pose foto bareng H. Mochamad Anton, Hj. Farida Dewi Suryani dan Ya’qud Ananda Gudban. Foto itu diunggah oleh akun resmi di akun instagram politisi cantik yang akrab disapa Nanda tersebut. Dalam foto itu dibuhkan kalimat “Selfie before flight” atau jika diartikan “swafoto sebelum naik pesawat terbang”.

Foto bertiga itu menyiratkan beberapa hal. Pertama, menunjukkan kedekatan Anton bersama keluarga dengan sosok Nanda Gudban. Kedua, foto itu dapat memunculkan spekulasi, apakah yang dimaksud dengan pasangan generasi milenial yang dimaksud sang petahana adalah wanita yang kini dapat jululan Srikandi Ijen itu. Apalagi komunikasi politik antara dua tokoh itu masih berlangsung sebagaimana dikatakan Abah Anton beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   The Surface Associated with Making a request Exist Physical activities Probabilities Any time Introducing Your Rugger Promise Online

“Kita masih komunikasi dengan Hanura dan PAN terkait kemungkinan koalisi di Pilkada,” kata Anton kepada awak media.

Belum jelasnya peta koalisi jelang Pilkada Kota Malang, membuat sejumlah spekulasi muncul termasuk foto bareng dua kandidat calon itu. Diketahui, saat ini Nanda Gudban kian gencar menjaring kekuatan demi menciptakan poros baru. Tercatat DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Malang sudah resmi mengusungnya sebagai bakal calon wali kota. Koalisi Hanura – PAN (Harapan) sudah memiliki kekuatan sebanyak 7 kursi di legislatif.

Sedangkan H. Moch Anton yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kota Malang, belakangan terlihat sedang membangun koalisi dengan PDI Perjuangan atau yang kerap disebut koalisi Bangjo. Koalisi ini diharapkan sinergi dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur yang sudah mendaklarasikan pasangan Syaifulloh Yusuf – Abdullah Azwar Anas. Bahkan tiga sosok dari kader banteng, masing-masing Sri Rahayu, Abdul Hakim dan Sri Untari, salah satunya digadang akan ‘dijodohkan’ dengan Anton jika koalisi terjadi.

Akan tetapi, kembali kepada ungkapan Anton yang ingin pasangan dari kalangan milenial makin mengundang tanya seputar masa depan koalisi ini. Pasalnya, tiga nama yang santer diajukan oleh PDI Perjuangan itu tidak masuk kriteria Anton. Kedua, pernyataan Anton soal gambaran sosok itu seolah menunjukkan bahwa Anton ingin menunjuk wakilnya sendiri padahal, syarat PDI Perjuangan sudah jelas, jika koalisi salah satu kader banteng harus menjadi pasangan petahana.

“Namanya koalisi harus saling mewakili. Itu baru namanya koalisi sehat. Partai kita tidak ingin didikte oleh orang lain,” kata Ketua Bappilu DPC PDI Perjuangan, I Made Rian Diana Kartika.

Anton – Nanda, Koalisi atau Kompetisi

Sama-sama diusung sebagai bakal calon wali kota, nama Anton dan Nanda Gudban mewarnai dinamika politik Kota Malang jelang pilkada. Keduanya berpeluang untuk berkoalisi atau bahkan berkompetisi dalam pertarungan pilkada tahun depan.

Baca Juga :   Poker, IT, Alcohol-based drinks Challenges Filled With Japan

Dikonfirmasi perihal gambaran sosok kalangan milenial sebagaimana diucapkan Anton dikaitkan dengan foto bareng dengan sang petahana, Nanda menyebut jika saat ini pihaknya masih intensif melakukan komunikasi politik.

“Intinya masih komunikasi dengan siapapun termasuk dengan Abah Anton. Soal foto tadi kebetulan saja bertemu beliau dan Umi Farida di bandara,” dalih Nanda.

Bahkan, Nanda tetap menegaskan, jika ia siap berkoalisi dan berkompetisi dengan Anton dalam ajang Pilkada 2018 nanti.

“Koalisi ayo, kompetisi juga kita ayo. Kalau ingin menciptakan bacalon wali kota milenial juga siap,” kata Nanda.

Leave a Reply