Fraksi Raksasa DPRD Kota Malang Batal Dibentuk

PolitikaMalang – Pembentukan “Fraksi Raksasa” di DPRD Kota Malang batal terealisasi. Rencana menggabungkan 5 partai yakni PAN, NasDem, Demokrat, Perindo dan PSI dengan kekuatan 10 kursi dalam satu fraksi itu akhirnya pupus.

Partai yang semula akan bergabung menjadi satu fraksi memecah kekuatan. PAN, Demokrat dan Perindo berkoalisi membentuk fraksi tersendiri. Sedangkan NasDem dan PSI justru memilih bergabung dengan Partai Golkar yang notabenenya bisa membentuk fraksi tanpa koalisi.

Ketua DPD PAN Kota Malang, Pujianto, mengatakan, membentuk fraksi dengan Demokrat dan Perindo sudah melalui berbagai tahapan proses komunikasi. Tiga partai dalam satu fraksi ini juga sepakat bersama mengawal jalannya pemerintahan untuk 5 tahun mendatang.

“PAN, Demokrat dan Perindo sudah sepakat dan kompak membentuk fraksi di DPRD Kota Malang. Meski gagal membuat fraksi raksasa namun kita tetap pada tujuan untuk mengawal jalannya pemerintahan,” kata Pujianto.

Ia menambahkan, meskipun bergabung dengan Partai Demokrat yang pada Pilkada mengusung pasangan Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko, namun tidak mengurangi sikap partai bahkan fraksi untuk tetap bersikap kritis dalam memandang kebijakan-kebijakan pemerintah daerah.

“Semoga fraksi ini bisa mewarnai DPRD Kota Malang 5 tahun mendatang,” tukasnya.

Demokrat – Golkar Memecah Kekuatan

Alih-alih bergabung menjadi satu fraksi, Partai Golkar dan Demokrat justru memecah kekuatan. Dua partai ini jadi sorotan publik, lantaran mengusung pasangan Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko di Pilkada Tahun 2018 lalu.

Partai Golkar yang mampu membentuk fraksi sendiri, bergabung dengan Partai NasDem dan PSI menjadi satu fraksi di DPRD Kota Malang. Partai Demokrat yang tidak mampu membentuk fraksi tersendiri justru bergabung dengan PAN dan Perindo. Koaliisi di Pilkada rupanya tak selalu berjalan mulus dengan koalisi membentuk fraksi di DPRD.

Baca Juga :   Popularity Regarding Android Game titles Throughout That Smartphone App Market

Ketua DPD Golkar, Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, semangat persatuan menjadi landasan dalam membangun koalisi.

“Walaupun Golkar bisa membentuk fraksi sendiri di dewan, namun kami (Golkar) NasDem dan PSI bersepakat untuk bersama – sama dalam menjalankan amanah di DPRD. Daripada sendiri lebih baik membentuk fraksi bersama-sama sesuai semangat Bhineka Tunggal Ika,” ujar Sofyan Edi Jarwoko.

Bung Edi, sapaan akrabnya, berharap, fraksi Golkar, NasDem dan PSI bisa membawa amanah rakyat dan bekerja untuk pembangunan di Kota Malang dalam 5 tahun mendatang.

Komposisi Fraksi di DPRD Kota Malang

Sebanyak 45 Anggota DPRD Kota Malang Periode 2019 – 2024 resmi dilantik pada Sabtu (24/8). PDI Perjuangan dalam ajang Pileg 2019 berhasil menambah jumlah kursi menjadi 12 dari 11 kursi pada periode lalu.

Sama halnya, dengan PKB yang mampu menambah raihan jumlah kursinya. PKS justru mengejutkan, karena berhasil mendongkrak perolehan kursi dari 3 menjadi 6 kursi pada Pileg tahun ini.

Hasil Pemilu 2019, membuat susunan fraksi berubah di DPRD Kota Malang. PAN dan Demokrat yang pada periode sebelumnya mampu membentuk fraksi tersendiri pada perode ini terpaksa harus berkoalisi dengan partai lain.

Berikut susunan Fraksi DPRD Kota Malang pada Periode 2019 – 2024:

1.Fraksi PDI Perjuangan (12 Kursi)

2.Fraksi Golkar, NasDem, PSI (8 kursi)

3.Fraksi PKB (7 Kursi)

4.Fraksi PAN, Demokrat,Perindo (7 kursi)

5.Fraksi PKS (6 kursi)

6.Fraksi Gerindra (5 kursi)

Leave a Reply