Gandeng PPBI, Prof Nuhfil Hanani Canangkan Pameran  dan Kontes Bonsai Go Internasional di UB

PolitikaMalang – Dies Natalis Univertas Brawijaya ke 56 gandeng Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang kota Malang gelar Pameran dan kontes Bonsai Goes To Kampus Brawijaya University.

Hingga Tanggal 5 Desember 2018, pameran dan kontes Bonsai Nasional masih berlangsung di lapangan Universitas Brawijaya Malang.

Tercatat, ada 337 bonsai yang dipamerkan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia di antaranya Jawa Barat, Kalimantan, Samarinda, Banjar Baru dan Madura yang di pamerkan dan dibagi 3 kelas yakni Regional, Prospek dan Madya dengan berbagai variasi harga yang pernah ditawar para kolektor Bonsai Nasional hingga tembus sampai 750 Juta namun belum dilepas oleh sang pemilik.

Untuk diketahui, seni mengerdilkan tanaman atau biasa disebut seni bonsai mulai digemari masyarakat Indonesia termasuk di Malang.

Hal ini terlihat dari banyaknya tanaman bonsai yang diikutsertakan dalam gelaran ‘Bonsai Goes To Campus’ di Universitas Brawijaya (UB) sejak hari Jum”at (30/12/2018) hingga 5 Desember kedepan.

Wakil Ketua Pelaksana Pameran, Dr. Rahmad Syafa’at, SH, mengatakan, selama ini banyak pihak yang menyebut bahwa Indonesia merupakan “bocoran dari surga”. Hal ini dirasa tepat karena Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan keanekaragaman hayati. Termasuk di dalamnya flora dengan berbagai bentuk dan ukuran yang unik.

Menurutnya, keragaman flora tersebut semakin indah terlihat ketika para pecinta tanaman menyatukannya dengan seni bonsai.

Dikatakan Rahmad, perkembangan seni bonsai di Indonesia cukup baik. Terlihat dari banyaknya seniman bonsai yang mampu menghadirkan bonsai dengan bentuk yang unik dan ramah lingkungan.

“Perkembangan bonsai di Indonesia luar biasa karena di negara asalnya di Jepang sendiri, tidak seperti ini. Di Indonesia jauh lebih baik bonsainya,” ujarnya.

Disampaikan, gelaran pameran bonsai kali ini memiliki arti yang sangat penting, yakni sebagai ajang promosi lingkungan sekaligus peningkatan kreativitas untuk menghidupkan industri kreatif di bidang seni bonsai.

Harga yang mencapai ratusan juta rupiah, membuat seni bonsai dijadikan sebagai salah satu alternatif usaha sampingan yang menjanjikan.

“Pameran bonsai akan dinilai melalui tahap penilaian yang ketat, sehingga bonsai yang terpilih merupakan bonsai yang terbaik,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan PPBI cabang kota Malang, Teguh Satriyo Wibowo, sangat mengapresiasi gelaran pameran sebagai upaya memberikan semangat baru bagi para pecinta bonsai.

“Semoga dengan adanya pameran bonsai yang diadakan UB, mampu memberikan semangat baru bagi PPBI untuk terus berkreasi bonsai,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Rektor UB, Nuhfil Hanani. Menurutnya, pameran bonsai nasional kali ini sebagai langkah awal sebelum menyelenggarakan pameran bonsai tingkat internasional.

“Ke depan kami berharap, UB bisa menyelenggarakan pameran bonsai bertaraf internasional, agar seni bonsai di Indonesia bisa dikenal di dunia dan diminati masyarakat internasional,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply