Gebrakan Politik Ala Nanda

PolitikaMalang – Salah satu alasan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PAN Kota Malang mengusung politisi cantik Ya’qud Ananda Gudban sebagai bakal calon wali kota adalah sosoknya yang mampu berada di segala segmen masyarakat, baik dari elit hingga akar rumput. Faktor itulah yang dinilai DPD PAN Kota Malang menjadi kekuatan sosok Srikandi Ijen yang akrab disapa Nanda itu.

Sekertaris DPD PAN Kota Malang, Dito Arief, mengatakan, selain sosok yang memiliki performa yang baik di politik, alasan partai berlambang matahari mengusung Nanda karena memiliki komitmen bersama dalam membangun Kota Malang. Hal itu ditegaskan melalui jargon yang mulai dikenal publik yakni “Ayo Noto Malang” yang melambangkan semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Mbak Nanda adalah sosok yang dianggap partai memiliki kemampuan komunikasi yang baik dimana menurut kami hal ini mutlak harus dimiliki oleh seorang kepala daerah,” kata Dito Arief.

DPD PAN Kota Malang menilai selama ini rekam jejak Nanda relatif cukup baik dan bersih, sehingga alasan itu makin memperkuat partai besutan Amien Rais ini untuk mengusung wanita yang kini menjabat sebagai Ketua DPC Hanura Kota Malang tersebut.

“Performa Mbak Nanda di bidang politik dan leglatif, kami nilai sangat baik selama ini. Beliau bisa diterima oleh semua kalangan,” ujar Dito.

Perjalanan Karir Politik Nanda

Menilik perjalanan karir Nanda Gudban menahkodai DPC Partai Hanura Kota Malang, terlihat beberapa progres yang cukup pesat. Pada ajang Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2009, partai ini hanya menempatkan satu kadernya duduk di DPRD Kota Malang.

Semangat Nanda menjalankan mesin politik dan melebarkan sayap partai akhirnya menuai hasil manakala pada Pileg tahun 2014 kursi Hanura Kota Malang melonjak 200 persen menjadi 3 di legislatif. Prestasi ini cukup baik mengingat beberapa partai politik pada periode itu banyak mengalami penurunan jumlah suara.

Menurut Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Wahyudi menilai Nanda Gudban memiliki kapabilitas yang bagus baik di partai politik maupun di tingkat parlemen. Ia menilai selama ini Nanda tidak pernah menjadi ‘trouble maker’ dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Secara sosiologis Nanda saya kira memiliki social capital yang bagus, figur yang marketable dan itu saya kira cukup baik,” kata Wahyudi.

Kiprah Nanda Gudban dalam dunia politik terus melesat hingga mendekati Pilkada Kota Malang. Di tengah para tokoh partai politik dengan jumlah kursi yang mumpuni di DPRD pada ‘tiarap’, justru sosok Nanda berbekal tiga kursi legislatif dari Partai Hanura berani melakukan gebrakan. Alhasil, komunikasi aktif yang ia lakukan mampu meyakinkan PAN untuk mengusung dirinya sebagai bakal calon wali kota. Bahkan, kini Nanda dengan poros Harapan (Hanura – PAN) masih menjadi penantang utama dominasi petahana, H. Moch Anton jelang Pilkada 2018 mendatang.

Sebagai wakil rakyat, Nanda tak ragu terjun langsung ke masyarakat untuk mendengar aspirasi dan keluhan warga terus dilakukannya. Nanda, juga terbilang sangat aktif memberikan pendidikan politik kepada masyarakat utamanya para kawula muda yang merupakan generasi penerus bangsa, agar ikut berpartisipasi dalam rangka pembangunan di daerah. Itu juga menjadi alasan kuat bagaimana politisi cantik ini berhasil dua kali berturut-turut dipercaya masyarakat menjadi wakilnya di DPRD Kota Malang.

Sejumlah penghargaan, berhasil diraih wanita yang terkenal ramah dan murah senyum tersebut. Bahkan, Nanda juga mengisi sejumlah dikusi publik taraf internasional seperti Day of The Girl 2015, Menjadi pembicara dalam woman public service from the Department of State in Washington, D.C., Pemateri dalam seminar Perempuan dan Politik di Myanmar, Perwakilan Indonesia dalam dialog Saan Su Kyii di Myanmar dan baru-baru ini menjadi delegasi Indonesia untuk acara Hari Perempuan Internasional di Macau.

Tak hanya itu, dalam bidang akademik, kiprah Nanda juga tak diragukan. Menjadi dosen tetap di Universitas Merdeka Malang, Dosen Luar Biasa di Universitas Brawijaya Malang, Senat di STIBA Malang hingga menjadi ketua jurusan Pariwisata Unmer Malang telah dilakoninya. Raihan Gelar Doktor di Universitas Brawijaya dengan predikat Summa Cumlaude. Dalam disertasinya berjudul “Analisis Hubungan Principal-Agent dalam Proses Penyusunan APBD: Studi Fenomenologi” Nanda mengupas permasalahan yang cukup penting dalam pemerintahan yakni adanya usulan penggunaan e-budgeting.

Menurut Wahyudi, selain memiliki sejumlah prestasi di legislatif, Nanda Gudban juga dikenal memiliki jaringan yang luas baik tataran nasional hingga internasional. Hal itu dibuktikan dengan kedekatannya bersama para elite politik DPP Partai Hanura Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang hingga Wiranto sempat berkunjung ke kediamannya, hal ini menunjukkan bagaimana sikap partai kepada kadernya yang cukup berprestasi.

Leave a Reply